“Ada poin-poin yang harus diklarifikasi, karena ada satu insiden yang belum dipahami oleh klien kami dan perlu diluruskan,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Iqbaal kembali menegaskan esensi dari pergerakan yang dipimpinnya.
Ia menolak keras jika aksi unjuk rasa di kampusnya dikonstruksikan sebagai bentuk penyerangan personal.
“Apa yang kami sampaikan dalam aksi itu adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi yang ada. Kami menyuarakan apa yang menjadi keresahan bersama,” ujar sang Presma mempertahankan argumennya.
(Mira)
















