Sering Ngantuk di Siang Hari, Kenapa Ada Orang yang Baru Berenergi Saat Malam Tiba?

"Sering merasa lemas di siang hari tapi produktif saat malam? Kenali penjelasan ilmiah di balik fenomena night owl dan cara kerja jam biologis tubuh manusia. "
Sering merasa lemas di siang hari tapi produktif saat malam? Kenali penjelasan ilmiah di balik fenomena night owl dan cara kerja jam biologis tubuh manusia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Apakah Anda merasa lemas, kurang fokus, dan mengantuk sepanjang hari, namun tiba-tiba mata terbuka lebar dan otak bekerja maksimal tepat ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam? Bagi sebagian orang, malam hari bukanlah waktu untuk beristirahat, melainkan puncak produktivitas.

Di saat orang lain sudah tertidur lelap, kelompok ini justru asyik menyelesaikan pekerjaan, mencari inspirasi, atau sekadar melakukan hobi dengan energi yang terasa tidak ada habisnya.

Fenomena ini sering kali mendapat stigma sebagai kebiasaan buruk atau sekadar “suka begadang”. Padahal, sains memiliki penjelasan yang jauh lebih mendalam.

Lantas, kenapa ada orang yang baru berenergi hanya saat malam tiba? Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik fenomena night owl (burung hantu) ini:

Baca Juga:  Sering Bangun di Tengah Malam Bukan Berarti Insomnia Parah

1. Perbedaan Chronotype (Jam Biologis)

Setiap manusia memiliki jam internal tubuh yang disebut ritme sirkadian (circadian rhythm).

Namun, tidak semua orang memiliki jam yang disetel pada waktu yang sama.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh chronotype atau profil tidur genetik bawaan.

Orang yang berenergi di malam hari memiliki chronotype yang cenderung lambat.

Artinya, siklus bangun dan tidur mereka secara genetik memang bergeser lebih lambat dibandingkan jadwal konvensional pada umumnya.

2. Keterlambatan Pelepasan Hormon Melatonin

Melatonin adalah hormon yang bertugas memberi sinyal pada otak bahwa tubuh sudah lelah dan butuh tidur.

Pada orang biasa, produksi melatonin akan mulai meningkat saat matahari terbenam.

Namun, pada individu yang aktif di malam hari, pelepasan hormon ini tertunda beberapa jam.

Itulah sebabnya mereka tidak merasa mengantuk di awal malam dan justru merasakan lonjakan energi karena tubuh belum memproduksi sinyal “istirahat”.

3. Faktor Psikologis: Ketenangan dan Deep Work

Siang hari dipenuhi dengan hiruk-pikuk: suara kendaraan, dering telepon, pesan singkat dari rekan kerja, hingga tuntutan sosial.

Bagi sebagian orang, rentetan distraksi ini sangat menguras energi mental. Ketika malam tiba, dunia menjadi sunyi.

Tidak ada lagi notifikasi yang mengganggu, sehingga otak dapat memasuki fase deep work atau konsentrasi tingkat tinggi.

Ketenangan inilah yang memicu otak merasa bebas, berenergi, dan sangat produktif.

4. Dorongan Biologis untuk Me Time

Banyak orang yang merasa siang hari mereka “dirampas” oleh kewajiban, entah itu bekerja, kuliah, atau mengurus rumah tangga.

Malam hari menjadi satu-satunya waktu di mana mereka memiliki kendali penuh atas diri sendiri (revenge bedtime procrastination).

Sensasi memiliki waktu luang yang bebas dari tuntutan orang lain ini sering kali memicu pelepasan dopamin (hormon kebahagiaan), yang membuat mereka merasa kembali berenergi dan enggan untuk segera tidur.

5. Jejak Evolusi (Sentinel Hypothesis)

Penelitian dalam bidang biologi evolusioner menyebutkan fenomena ini sebagai sentinel hypothesis (hipotesis penjaga).

Di zaman purba, manusia hidup dalam kelompok dan tidur di alam liar yang dipenuhi predator.

Untuk bertahan hidup, harus ada anggota kelompok yang berjaga di malam hari saat yang lain tidur.

Para ilmuwan meyakini bahwa gen “penjaga malam” ini diwariskan hingga ke manusia modern, menciptakan kelompok orang yang secara alami lebih waspada dan aktif saat gelap.

Jadi, jika Anda termasuk orang yang baru “hidup” di malam hari, Anda tidak sendirian dan tidak selalu salah.

Hal terpenting adalah memastikan Anda tetap mendapatkan durasi tidur yang cukup (7-8 jam) agar ritme unik ini tidak merusak kesehatan fisik Anda.

Baca Juga: Mengenal Fenomena Balas Dendam Waktu Tidur yang Memicu Insomnia

(Mira)