Waspada Masalah Pencernaan, Ini 5 Tanda Usus Kamu Kotor Akibat Penumpukan Sisa Makanan

"Usus yang tidak sehat berdampak pada seluruh organ tubuh. Ketahui 5 tanda usus kamu kotor, mulai dari sembelit hingga masalah bau mulut dan jerawat."
Usus yang tidak sehat berdampak pada seluruh organ tubuh. Ketahui 5 tanda usus kamu kotor, mulai dari sembelit hingga masalah bau mulut dan jerawat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Saluran pencernaan memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ketika organ ini, khususnya usus, mengalami penurunan fungsi akibat penumpukan sisa makanan atau ketidakseimbangan bakteri (microbiome), kondisi ini sering disebut oleh masyarakat umum sebagai usus kotor.

Usus yang tidak sehat berdampak langsung pada proses penyerapan nutrisi dan pembuangan sisa metabolisme.

Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan rendah serat, kurang minum air putih, stres, dan gaya hidup kurang gerak.

Baca Juga: Pakar Medis Peringatkan Bahaya Mi Instan: Picu Mikroplastik di Usus hingga Kurang Gizi

Agar masalah ini tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, penting untuk mengenali gejalanya sejak awal.

Berikut adalah 5 tanda usus kamu kotor yang perlu segera mendapatkan perhatian:

1. Sembelit atau Kesulitan Buang Air Besar (BAB)

Tanda paling utama dari usus yang kotor adalah kesulitan melakukan Buang Air Besar (BAB) secara teratur.

Sisa makanan yang bergerak lambat di dalam saluran pencernaan akan mengeras karena usus besar terus menyerap kandungan airnya.

Jika frekuensi BAB Anda kurang dari tiga kali dalam seminggu dan membutuhkan tenaga ekstra saat mengejan, hal tersebut merupakan indikasi jelas adanya penumpukan kotoran di dalam usus.

2. Bau Mulut (Halitosis) yang Tidak Kunjung Hilang

Bau mulut tidak selalu bersumber dari masalah gigi berlubang atau sisa makanan di sela gusi.

Ketika sisa makanan tertahan lama di dalam usus, bakteri jahat akan melakukan proses pembusukan yang menghasilkan gas berbau tidak sedap.

Gas ini dapat diserap ke dalam aliran darah, lalu terbawa hingga ke paru-paru dan dikeluarkan melalui embusan napas.

Kondisi ini membuat bau mulut tetap muncul meskipun Anda sudah menggosok gigi atau menggunakan cairan kumur.

3. Sering Merasa Lelah dan Kehabisan Energi

Fungsi utama usus adalah menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Apabila dinding usus tertutup oleh kotoran atau lendir berlebih, penyerapan vitamin dan mineral menjadi tidak maksimal.

Tubuh yang kekurangan asupan nutrisi esensial akan merespons dengan rasa lelah kronis.

Selain itu, proses peradangan di dalam usus akibat ketidakseimbangan bakteri juga memakan banyak energi tubuh, sehingga Anda merasa lemas sepanjang hari meskipun sudah tidur dengan durasi yang cukup.

4. Perut Sering Terasa Kembung dan Penuh Gas

Produksi gas di dalam perut adalah hal yang normal.

Namun, jika perut sering terasa kembung, begah, dan memproduksi gas secara berlebihan, hal tersebut menandakan adanya ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam saluran pencernaan.

Bakteri patogen yang berkembang biak pada sisa makanan yang menumpuk akan melakukan proses fermentasi berlebihan, yang berujung pada produksi gas tinggi di dalam saluran pencernaan.

5. Masalah Kulit Seperti Jerawat dan Wajah Kusam

Kesehatan usus memiliki kaitan langsung dengan kondisi kulit.

Ketika saluran pembuangan utama (usus) mengalami masalah dalam mengeluarkan sisa metabolisme, tubuh akan mengeluarkan sisa pembuangan tersebut melalui jalur lain, salah satunya melalui pori-pori kulit.

Reaksi peradangan dari dalam perut ini sering bermanifestasi menjadi masalah kulit, seperti produksi sebum berlebih, wajah kusam, hingga munculnya jerawat (breakout) yang sulit disembuhkan dengan perawatan luar.

Memperbaiki kondisi usus dapat dilakukan dengan cara meningkatkan konsumsi sayuran hijau, buah-buahan berserat tinggi, minum air putih minimal dua liter per hari, dan rutin berolahraga.

Baca Juga: Di Hadapan Wagub Kalbar, Bupati Minta Atensi Khusus untuk Infrastruktur Sintang

(Mira)