Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memiliki teman atau rekan kerja yang selalu datang terlambat (jam karet) memang bisa sangat menguji kesabaran.
Menunggu tanpa kepastian sering kali dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap waktu orang lain.
Alhasil, orang yang sering telat kerap dicap malas, egois, atau tidak sopan.
Namun, sebelum Anda menghakimi teman Anda yang kembali datang terlambat hari ini, ada baiknya melihat fenomena ini dari sudut pandang psikologis.
Baca Juga: Membedah Makna Lagu Sesi Potret: Refleksi Psikologis tentang Luka Dukacita dan Penyesalan
Tahukah Anda bahwa kebiasaan terlambat kronis sering kali berakar pada cara kerja otak yang unik? Berikut adalah 5 fakta psikologis menarik terkait karakter orang yang suka telat:
1. Mengalami Time Blindness (Kebutaan Waktu)
Fakta utama mengapa seseorang selalu telat adalah karena mereka memiliki persepsi waktu yang berbeda.
Kondisi ini sering disebut time blindness.
Mereka sangat buruk dalam mengukur berapa lama sebuah durasi waktu berlalu.
Bagi Anda, lima menit terasa seperti lima menit.
Namun bagi mereka yang suka telat, mereka merasa lima menit baru saja berlalu, padahal kenyataannya waktu sudah berjalan selama 20 menit.
2. Terlalu Optimis (Planning Fallacy)
Orang yang suka telat umumnya adalah orang yang sangat optimis, terutama dalam memperkirakan waktu.
Mereka sering terkena planning fallacy atau kekeliruan perencanaan.
Misalnya, jika secara normal perjalanan ke kantor memakan waktu 30 menit, mereka akan berasumsi bahwa jalanan pasti lancar dan mereka bisa sampai dalam 15 menit.
Mereka jarang memperhitungkan waktu tak terduga seperti mencari kunci motor, macet, atau menunggu lift.
3. Diam-diam Mencari Sensasi Adrenalin
Beberapa orang tanpa sadar menjadi “pecandu” adrenalin (adrenaline junkie).
Mereka merasa kesulitan memotivasi diri untuk bersiap-siap jika waktu masih luang.
Sebaliknya, mereka baru akan mendapatkan dorongan energi yang luar biasa ketika menyadari bahwa waktu sudah sangat mepet.
Rasa panik dan terburu-buru itulah yang secara paradoks memacu mereka untuk bergerak cepat.
4. Sifat Perfeksionis yang Salah Tempat
Ironisnya, banyak orang yang suka telat justru memiliki karakter perfeksionis.
Saat sedang bersiap-siap, mereka tidak bisa meninggalkan rumah sebelum riasan wajah terlihat sempurna, rambut tertata rapi, atau email pekerjaan ditulis tanpa ada satupun typo.
Karena tidak ingin melakukan sesuatu setengah-setengah, mereka akhirnya mengorbankan ketepatan waktu.
5. Terjebak Sindrom Satu Hal Lagi
Orang yang kronis terlambat sering kali kesulitan melakukan transisi dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
Saat sudah waktunya berangkat, mereka tiba-tiba merasa harus melakukan “satu hal lagi”entah itu mencuci piring sisa sarapan, merapikan meja, atau sekadar membalas satu pesan WhatsApp yang ternyata berujung pada obrolan panjang.
Ketidakmampuan mengerem diri inilah yang membuat mereka selalu terlambat.
Meski fakta-fakta di atas bisa menjelaskan mengapa seseorang sering telat, hal tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.
Keterlambatan tetaplah merugikan orang lain.
Jika Anda adalah si “jam karet” tersebut, mulailah melatih manajemen waktu dengan selalu merencanakan kedatangan 15 menit lebih awal dari jadwal yang disepakati.
(Mira)
















