Bakar Sampah Siang Bolong, Dua Hektare Lahan Gambut di Langsa Hangus Terbakar

Upaya petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Langsa saat berjibaku menjinakkan kobaran api yang menghanguskan dua hektare kawasan lahan gambut.
Upaya petugas pemadam kebakaran dan BPBD Kota Langsa saat berjibaku menjinakkan kobaran api yang menghanguskan dua hektare kawasan lahan gambut. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KOTA LANGSA — Insiden kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gampong Meudang Ara, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh. Peristiwa kebakaran lahan gambut di Langsa ini terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB dan menghanguskan area seluas dua hektare.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, pemicu utama kebakaran ini berasal dari kelalaian manusia.

Baca Juga: Karhutla di Kutai Barat Hanguskan Satu Hektare Lahan Perkebunan

Diketahui bahwa salah seorang warga setempat melakukan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka pada siang hari saat suhu udara tengah terik. Api dari pembakaran sampah tersebut kemudian menjalar dengan cepat dan merembet ke area lahan gambut yang mengering, sehingga memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan.

Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan dari BPBD Kota Langsa bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Langsa langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Otoritas setempat mengerahkan sedikitnya tiga unit armada truk pemadam kebakaran dan dua unit mobil tangki suplai air untuk memadamkan kobaran api.

Upaya pemadaman di area kebakaran lahan gambut di Langsa ini dilakukan secara intensif agar titik api tidak semakin meluas dan mengancam permukiman warga maupun ekosistem sekitar.

Kejadian di Kota Langsa ini menjadi bagian dari rentetan peristiwa yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis (23/4) hingga Jumat (24/4).

BNPB mencatat bahwa selain insiden kebakaran akibat kelalaian, mayoritas kejadian darurat saat ini masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi.