Faktakalbar.id, PONTIANAK – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melakukan kunjungan kerja ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (17/4).
Dalam pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat lintas etnis dan agama tersebut, Djamari secara khusus menyoroti pergeseran ancaman kedaulatan negara yang kini bertumpu pada ruang digital.
Bertempat di Aula Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Djamari mengingatkan bahwa stabilitas keamanan tidak lagi sekadar soal fisik dan militer.
Menurutnya, hoaks dan narasi negatif di internet kini menjadi senjata mematikan yang berpotensi memecah belah bangsa dari dalam.
Baca Juga: Menko Polkam Puji Suasana Pontianak yang Nyaman
“Medan pertempuran kita sekarang ada di ruang digital. Siapa yang menguasai digital, dia yang memenangkan pertempuran,” ungkapnya di hadapan para peserta silaturahmi.
Ia mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk proaktif mengisi platform digital dengan informasi yang akurat guna menekan peredaran kabar bohong.
“Kuasai ruang digital dengan mengabari dan melakukan patroli informasi. Jika ruang itu dipenuhi berita benar, maka hoaks tidak akan mendapat tempat,” tambahnya.
Sebagai pijakan untuk melawan ancaman tersebut, Djamari menilai Kalimantan Barat telah memiliki fondasi sosial yang kuat. Ia mengapresiasi kerukunan lintas etnis di wilayah ini dan menjadikannya sebagai barometer nasional.
“Kalimantan Barat ini patut menjadi contoh bagi daerah lain. Perbedaan agama dan etnis bukan lagi hambatan, melainkan kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.
Djamari menegaskan bahwa ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global sangat bergantung pada soliditas rakyatnya, bukan sekadar alutsista.
“Ketahanan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh persatuan rakyat, kebanggaan terhadap sejarah, dan harga diri bangsa,” tegasnya.
Di luar isu pertahanan dan ruang siber, Menko Polkam turut memanfaatkan forum tersebut untuk mengklarifikasi ketersediaan energi nasional demi meredam kepanikan publik di tengah fluktuasi global.
















