Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menggelar konferensi pers terkait penanganan korban kecelakaan helikopter PK-CFX di Rumah Sakit Bhayangkara, Pontianak, Jumat (17/4).
Helikopter berjenis EC 130 T2 tersebut hilang kontak pada Kamis (16/4) sekitar pukul 09.00 WIB saat dalam penerbangan dari Desa Nanga Keroak, Kabupaten Melawi, menuju Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Tim gabungan kemudian menemukan titik jatuh helikopter di kawasan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada pukul 18.50 WIB dalam kondisi hancur.
Terdapat delapan korban dalam insiden ini, yakni pilot Marindra, kopilot Harun A. Rasid, serta enam penumpang yang terdiri dari Patrick, Peter, Charles, Joko, Fauzi, dan Sugito. Seluruh penumpang dan kru dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Baca Juga: Delapan Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Tiba di RS Bhayangkara Pontianak untuk Identifikasi
Pipit Rismanto menjelaskan bahwa proses evakuasi di lapangan sempat terhambat oleh medan yang berat dan terjal.
Waktu tempuh darat menuju lokasi jatuhnya pesawat memakan waktu hingga 1,5 jam, sehingga tim memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB.
“Saat ini kita masih menunggu konfirmasi sidik jari satu orang warga negara asing untuk memastikan identitasnya,” ungkap Pipit menjelaskan progres identifikasi tim kepolisian di RS Bhayangkara.
Pihak kepolisian berkomitmen memfasilitasi seluruh proses pasca-evakuasi, mulai dari pengurusan hingga penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Menanggapi kecelakaan helikopter PK-CFX tersebut, Ria Norsan secara terbuka menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.
Ia juga mendesak pihak otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat.
















