Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tim SAR gabungan telah selesai mengevakuasi delapan jenazah korban kecelakaan helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Seluruh kantong jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak pada Jumat (17/4) untuk menjalani proses Disaster Victim Identification (DVI).
Helikopter milik PT Citra Mahkota (PT CMA) tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4) pagi saat dalam perjalanan dari Menukung, Melawi menuju Ambawang, Kubu Raya.
Helikopter beserta para penumpangnya kemudian ditemukan hancur di kawasan terjal Dusun Gandis pada petang harinya.
Baca Juga: Delapan Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Tiba di RS Bhayangkara Pontianak
Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX dilakukan pada Jumat dini hari pukul 00.05 WIB.
Tim gabungan harus menempuh jalur darat yang curam dan licin selama 2,5 jam menuju Posko Hulu Peniti, sebelum akhirnya jenazah diterbangkan menggunakan helikopter Super Puma milik Lanud Supadio.
Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menyatakan bahwa operasi evakuasi berjalan berat karena medan ekstrem.
Saat ini, kepolisian berfokus pada proses identifikasi jenazah.
“Operasi evakuasi dilakukan dengan penuh perjuangan karena medan yang sangat terjal dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Saat ini, fokus utama kami adalah memastikan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat melalui tim DVI agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga,” ungkap Pipit Rismanto di RS Bhayangkara.
Terkait insiden ini, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan bahwa pemerintah daerah akan memantau penyelesaian hak-hak para korban jatuhnya helikopter tersebut.
“Kami memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh hak-hak korban terpenuhi dan pemakaman dilakukan dengan layak. Mari kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Ria Norsan.
Secara teknis, proses identifikasi jenazah korban helikopter PK-CFX akan mengandalkan pencocokan data primer dan sekunder.
Kabid Humas Polda Kalbar, Bambang Suharyono, merinci langkah ilmiah yang sedang berjalan.
















