Menteri LH Sambangi Kubu Raya, Cek Kesiapan Hadapi Dampak Kemarau

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan arahan terkait kesiapsiagaan karhutla saat kunjungan kerja di Desa Rasau Jaya Umum, Kubu Raya. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan arahan terkait kesiapsiagaan karhutla saat kunjungan kerja di Desa Rasau Jaya Umum, Kubu Raya. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya guna mengecek kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Bangun 84 Embung, Polres dan Pemkab Tingkatkan Mitigasi Karhutla di Kubu Raya

Kunjungan tersebut dipusatkan di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya. Di lokasi ini, Menteri Hanif meninjau langsung pelaksanaan Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kegiatan peninjauan ini menekankan pentingnya tindakan preventif sebagai garda terdepan, yang juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan emisi dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060.

“Pencegahan harus menjadi garda terdepan karena di situlah kunci pengendalian karhutla sekaligus kontribusi nyata terhadap penurunan emisi,” kata Menteri Hanif di sela-sela kunjungannya pada Kelompok Tani (Poktan) Desa Sumber Rezeki, Desa Rasau Jaya Umum.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh daerah rawan kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Peringatan ini merujuk pada data hingga awal April 2026, di mana jumlah titik panas (hotspot) menunjukkan tren peningkatan yang lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan Provinsi Riau dan Kalimantan Barat sebagai wilayah paling rawan.

Baca Juga: MTQ Ke-XII Kubu Raya Dibuka, Legislator PPP Desak LPTQ Maksimalkan Potensi Pesantren