Faktakalbar.id, KUTAI BARAT — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (21/4/2026).
Insiden yang menghanguskan area lahan perkebunan milik warga ini menjadi salah satu rangkaian bencana yang mendominasi catatan kebencanaan di Tanah Air pada pertengahan pekan ini.
Baca Juga: BNPB: Rentetan Kejadian Bencana Alam Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Berdasarkan data pemutakhiran kejadian bencana dan penanganan darurat BNPB dari Selasa hingga Rabu (22/4/2026) pukul 07.00 WIB, peristiwa tersebut secara spesifik terjadi di Kampung Sekolaq Joleq, wilayah Kecamatan Sekolaq Darat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat mengonfirmasi bahwa kobaran api telah melahap sekitar satu hektare kawasan perkebunan.
Merespons laporan kebakaran lahan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kutai Barat segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas kebencanaan mengerahkan tiga unit armada mobil pemadam untuk melokalisasi titik api agar kebakaran tidak terus menjalar liar ke area permukiman maupun vegetasi hutan di sekitarnya.
Berkat kesigapan petugas gabungan di lapangan, insiden karhutla di Kutai Barat ini berhasil dikendalikan dengan cepat. Berdasarkan laporan terkini dari BNPB, kobaran api telah sepenuhnya padam dan situasi di sekitar lokasi kejadian dipastikan aman terkendali.
Meskipun kebakaran lahan berhasil ditangani, BNPB terus mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk tidak lengah dan selalu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran. Pasalnya, sebagian besar wilayah di Indonesia kini tengah memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.
Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca yang menyebutkan tingginya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah pada periode 22 hingga 24 April 2026. Menghadapi situasi pergantian musim ini, BNPB mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Warga diimbau secara aktif memantau pembaruan kondisi cuaca harian dan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat. Barang yang perlu dipersiapkan di antaranya meliputi air minum, makanan ringan, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, perlengkapan kebersihan, senter, baterai cadangan, pengisi daya, masker, serta dokumen penting di dalam wadah kedap air. Di sisi lain, pemerintah daerah diinstruksikan untuk mempersiapkan rencana kedaruratan dan memastikan kesiapan personel dalam merespons situasi bencana dengan cepat.
(*Red)
















