Kepala BNPB Tinjau Huntara di Aceh Tamiang, Beri Tenggat Pengembang Rampung 5 Hari

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdialog dan menyerahkan sembako kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi basah di Masjid Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (22/4). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdialog dan menyerahkan sembako kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi basah di Masjid Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (22/4). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan tenggat waktu lima hari kepada pihak pengembang untuk merampungkan pembangunan hunian sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Instruksi tegas ini disampaikan langsung saat Kepala BNPB tinjau huntara di wilayah Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Pemerintah Rampungkan 1.771 Unit Huntara Aceh Tamiang Jelang Idulfitri

Kunjungan kerja Letjen TNI Suharyanto ke Bumi Muda Sedia ini bertujuan untuk melihat secara langsung progres pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar yang menerjang pada akhir November 2025.

Setibanya di lokasi proyek hunian pertama, kedatangan pimpinan tertinggi BNPB tersebut disambut antusias dalam suasana akrab oleh warga dan anak-anak yang bermukim di sekitar kawasan tersebut.

Suharyanto langsung berkeliling meninjau kondisi fisik unit hunian secara menyeluruh guna memastikan kelayakan dan keamanan bangunan.

Ia menginstruksikan agar seluruh fasilitas dasar segera disempurnakan dengan target pengerjaan maksimal rampung dalam lima hari ke depan.

Tenggat waktu ini dinilai krusial agar warga terdampak yang selama berbulan-bulan kehilangan tempat tinggal bisa secepatnya pindah dan menempati hunian yang layak dan manusiawi.

Selain mengevaluasi pembangunan fisik saat Kepala BNPB tinjau huntara, agenda utama lainnya dalam kunjungan tersebut adalah mendistribusikan bantuan logistik kemanusiaan.

Suharyanto menyerahkan paket sembako kepada masyarakat terdampak serta membagikan bingkisan khusus bagi anak-anak. Bantuan ini diharapkan mampu membantu pemenuhan gizi dan meringankan beban warga selama masa transisi.