Usai merampungkan agendanya di Desa Sukajadi, rombongan BNPB melanjutkan perjalanan ke titik kedua di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak.
Di desa ini, Suharyanto kembali membuka ruang dialog terbuka untuk mendengar keluh kesah masyarakat. Ia menyerap langsung berbagai aspirasi serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi di lapangan.
Menurut Suharyanto, interaksi tatap muka dengan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemerintah dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan penanganan pascabencana.
Keluhan dan laporan langsung dari warga di akar rumput akan menjadi landasan evaluasi bagi peningkatan layanan pemerintah.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, proses pemulihan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang ditargetkan dapat berjalan optimal dan tepat waktu.
(*Red)
















