Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Arang Limbung menuai polemik setelah muncul dugaan tindakan arogan yang dilakukan oleh oknum pengelola di lapangan.
Tindakan tidak menyenangkan berupa makian tersebut diduga diarahkan kepada seorang pekerja penyandang disabilitas bernama Nafila oleh oknum dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial BWF.
Merespons kejadian tersebut, Ketua Himpunan Difabel Muhammadiyah Kalimantan Barat, Said Alkudri, angkat bicara.
Saat ditemui pada Rabu (15/4), ia melayangkan kecaman terhadap sikap oknum pelaksana program pangan tersebut.
“Izin, yang pertama saya sampaikan adalah saya sangat mengecam tindakan ini, dan sangat menyayangkan, di mana program prioritas nasional diisi oleh oknum yang tidak dapat mengontrol emosi dengan baik,” tegas Said.
Said memaparkan bahwa berbagai elemen di Kalimantan Barat saat ini tengah fokus membangun lingkungan kerja yang inklusif.
Ia sangat menyayangkan preseden buruk ini justru terjadi di tengah upaya bersama untuk menghapus stigma terhadap kelompok rentan di sektor tenaga kerja.
“Kita sudah berusaha melakukan kolaborasi dengan banyak pihak untuk mewujudkan Kalbar inklusif dan bebas stigma. Kita juga mengapresiasi SPPG yang sudah menerima disabilitas sebagai pekerja atau relawan. Namun, kemudian kita mendapatkan cerita yang tidak baik tentang ekosistem pekerjaan terhadap teman-teman disabilitas,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kehadiran pekerja difabel di ruang publik dan sektor formal telah dilindungi dan dijamin sepenuhnya oleh perundang-undangan negara.
















