BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu untuk Korban Bencana di Tapanuli Utara

Suasana lokasi pembangunan kawasan permukiman baru yang dipersiapkan oleh BNPB dan pemerintah daerah untuk merelokasi warga terdampak bencana alam.
Suasana lokasi pembangunan kawasan permukiman baru yang dipersiapkan oleh BNPB dan pemerintah daerah untuk merelokasi warga terdampak bencana alam. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, TAPANULI UTARA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana di Tapanuli Utara tetap berjalan lancar.

Bantuan finansial sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK) tersebut diberikan guna meringankan beban warga selama menunggu rampungnya pembangunan rumah relokasi.

Baca Juga: BNPB Targetkan 70 Unit Huntap di Tapanuli Utara Siap Huni pada Mei 2026

Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut sangat krusial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi basah di wilayah tersebut.

Penegasan ini disampaikannya saat meninjau langsung lokasi relokasi di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data terkini di lapangan, tercatat masih ada sekitar 40 KK yang terpaksa menetap di fasilitas Hunian Sementara (Huntara).

Sementara itu, puluhan warga terdampak lainnya memilih untuk menumpang tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa hunian secara mandiri menggunakan dana bantuan yang disalurkan oleh pemerintah.

Guna memastikan para korban bencana di Tapanuli Utara mendapatkan penanganan yang layak selama masa transisi, BNPB terus mengebut proses pembangunan 103 unit hunian tetap (Huntap).

Pemerintah menargetkan seluruh warga sudah bisa menempati rumah baru mereka pada pertengahan tahun ini.