Terasa Damai dan Ingin Rebah? Ini Alasan Kenapa Kalau Bahagia Bawaannya Ngantuk Terus

"Pernah merasa kelopak mata berat justru saat suasana hati sedang gembira? Simak penjelasan ilmiah kenapa kalau bahagia bawaannya ngantuk terus." (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda menyadari bahwa saat suasana hati sedang sangat baik, beban pikiran hilang, dan hati terasa gembira, tiba-tiba kelopak mata justru terasa berat? Alih-alih melompat kegirangan atau penuh energi, tubuh malah memberikan sinyal ingin segera rebahan dan tidur.

Fenomena ini sebenarnya sangat wajar dan sering dialami banyak orang.

Jika Anda bertanya-tanya kenapa kalau bahagia kita justru merasa ngantuk, jawabannya sangat erat kaitannya dengan sistem saraf dan respons kimiawi di dalam tubuh kita.

Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik rasa kantuk saat hati sedang berbunga-bunga:

Baca Juga: Sudah Tidur Lebih Awal Tapi Tetap Mengantuk Seharian? Ternyata Ini Penyebabnya

1. Lonjakan Hormon Bahagia yang Menenangkan

Saat kita merasa bahagia, aman, dan nyaman, otak akan melepaskan hormon-hormon penenang alami seperti dopamin, endorfin, dan oksitosin.

Oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon cinta atau hormon pelukan, memiliki efek yang sangat kuat dalam menurunkan ketegangan otot dan memperlambat detak jantung.

Efek relax yang ditimbulkan oleh hormon-hormon inilah yang kemudian diterjemahkan oleh tubuh sebagai waktu yang tepat untuk beristirahat.

2. Penurunan Hormon Stres secara Drastis

Dalam keseharian yang sibuk, tubuh kita sering kali dipenuhi oleh hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Hormon ini membuat kita terus terjaga dalam mode waspada atau fight or flight.

Ketika sebuah masalah selesai atau kita mendapatkan momen kebahagiaan yang besar, kadar kortisol ini akan anjlok drastis.

Hilangnya hormon pemicu ketegangan ini membuat tubuh akhirnya bisa “bernapas”, yang efek sampingnya berupa rasa kantuk yang teramat sangat.

3. Peralihan ke Mode Rest and Digest

Sistem saraf manusia memiliki dua mode utama: simpatik (untuk beraktivitas/waspada) dan parasimpatik (untuk istirahat/pemulihan).

Ketika Anda merasa damai dan bahagia, sistem saraf parasimpatik atau mode rest and digest akan mengambil alih.

Sistem ini bekerja untuk memulihkan energi tubuh, menstabilkan pernapasan, dan memperlancar pencernaan.

Proses pemulihan internal inilah yang mengirimkan sinyal tidur ke otak.

4. Tubuh Menagih “Utang Tidur”

Sering kali, sebelum mencapai momen kebahagiaan tersebut (misalnya menunggu hasil ujian lulus, atau target pekerjaan selesai), kita mengalami kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk karena overthinking.

Begitu momen bahagia itu tiba dan rasa cemas hilang, otak akan merasa aman untuk menagih “utang tidur” yang selama ini tertunda.

Tubuh merasa ini adalah zona aman untuk shut down sejenak dan memulihkan sel-sel yang kelelahan.

Jadi, jika Anda tiba-tiba tertidur pulas setelah tertawa lepas atau mendapatkan kabar gembira, jangan khawatir.

Itu adalah cara cerdas tubuh mensyukuri keadaan dan menikmati rasa aman yang sedang Anda rasakan.

Baca Juga: Energi Penuh di Pagi Hari Tapi Ngantuk Menjelang Siang? Ternyata Ini Penyebabnya

(Mira)