Faktakalbar.id, PONTIANAK – Perayaan Naik Dango ke-3 tahun 2026 di Kota Pontianak berlangsung semakin meriah.
Pemerintah Kota Pontianak secara resmi melepas kontingen display budaya dan karnaval yang tidak hanya diikuti oleh perwakilan dari berbagai kecamatan se-Kota Pontianak, tetapi juga dimeriahkan oleh kehadiran tamu istimewa dari negara bagian Sarawak, Malaysia.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tetap kalender budaya pemerintah kota.
Selain untuk merawat kelestarian adat, event ini juga ditargetkan mampu membawa dampak perputaran ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Naik Dango, Tradisi Syukur Panen Suku Dayak Kalimantan Barat
“Tujuan dari kegiatan budaya yang menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Pontianak ini adalah pelestarian adat. Mudah-mudahan ini berjalan lancar dan bisa berdampak positif untuk pembangunan, terutama mendorong UMKM serta ekonomi masyarakat Kota Pontianak,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai melepas rombongan karnaval.
Terkait pelaksanaan secara keseluruhan, Edi menyebut konsep utamanya secara umum hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Namun, kehadiran delegasi dari negara tetangga memberikan warna dan daya tarik tersendiri.
Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan evaluasi setiap tahun agar penyelenggaraan semakin baik dan menarik.
“Terus setiap tahun kan selalu dievaluasi untuk selalu meningkatkan kualitas, juga agar lebih kreatif dan penuh inovasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata agar acara berskala internasional ini berjalan dengan baik, Pemerintah Kota Pontianak memfasilitasi dan memberikan bantuan kelancaran operasional agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati masyarakat dengan aman dan tertib.
Dalam kesempatan yang sama, Edi juga menanggapi perihal penggunaan senjata tajam tradisional, seperti mandau, yang kerap dibawa sebagai atribut pelengkap pakaian adat selama karnaval berlangsung.
Ia menilai hal tersebut tidak menyalahi aturan selama fungsinya jelas sebagai atribut kebudayaan.
















