Pertemukan Seniman Jerman dan Lokal, Habe Series #4 Sukses Guncang Singkawang dengan Seni Eksperimental

"Habe Series #4 sukses digelar di Singkawang. Pertunjukan seni kontemporer ini pertemukan seniman lintas negara dalam kolaborasi eksperimental tanpa jeda."
Habe Series #4 sukses digelar di Singkawang. Pertunjukan seni kontemporer ini pertemukan seniman lintas negara dalam kolaborasi eksperimental tanpa jeda. (Dok. Muammar Rizki)

Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Ekosistem seni kontemporer di Kalimantan Barat kembali menggeliat.

Sebuah inisiatif ruang eksplorasi seni lintas disiplin bertajuk Habe Series #4 sukses diselenggarakan di Kota Singkawang.

Acara ini berhasil mempertemukan pelaku seni dari luar negeri dengan seniman lokal dalam sebuah panggung kolaborasi yang memukau.

Digagas oleh komunitas Balaan Tumaan sejak 2025, Habe Series terus berkembang menjadi lebih dari sekadar pertunjukan.

Baca Juga: Penutupan MTQ Singkawang Utara, Sekda Harap Generasi Muda Amalkan Nilai Al-Qur’an

Program ini menjelma menjadi ruang diskusi, eksperimen, dan pertukaran gagasan yang cair bagi para pegiat seni.

Memasuki tahun 2026, edisi keempat ini secara khusus menyambangi Singkawang untuk memperkenalkan karya seni bergaya kontemporer dan eksperimental kepada masyarakat yang lebih luas.

Bekerja sama dengan Lubang Tanam Kolektif sebagai host produksi, acara yang mengambil tempat di venue Bumintara ini menghadirkan format pertunjukan yang sangat istimewa.

Para penonton disuguhi suguhan performance art berdurasi satu jam penuh tanpa jeda, di mana seluruh penampil terhubung dalam satu alur artistik yang saling merespons secara utuh.

Adapun line-up yang tampil sukses membawa warna tersendiri.

Leng Seong, seniman asal Jerman, membuka panggung lewat eksplorasi soundscape yang dipadukan dengan musik elektronik modular dan instrumen gong.

Penampilan tersebut disusul oleh Juan Arminandi dari Singkawang yang mengeksplorasi bunyi lewat hybrid instrument buatannya (DIY) yang disandingkan dengan alat musik tradisional keledi.

Kekayaan bunyi Kalimantan Barat semakin kental dengan hadirnya Ardotong yang memainkan sape’ modifikasi.

Permainan alat musik petik ini dikawinkan dengan harmoni suling dan vokal khas daerah, menciptakan tekstur audio yang baru dan segar.

Seluruh rangkaian bunyi tersebut kemudian direspons secara visual oleh Antha.pk melalui performance art berbasis gerak tubuh yang teatrikal.

Sebagai puncak acara, pertunjukan ditutup dengan sesi kolaborasi spontan dari seluruh seniman yang meleburkan bunyi, suara, dan gerak menjadi sebuah klimaks artistik.

Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh K. Studio untuk tata cahaya dan suara, Snapshot Studio, serta Martapala47 dan Nutmeg Studio di sektor dokumentasi.

Penggagas Balaan Tumaan, Juan Arminandi, mengungkapkan kebahagiaannya dapat berbagi ruang kreatif di Singkawang.

Menurutnya, acara ini merupakan momen penting untuk mempertanyakan dan mengarahkan kembali peta perkembangan seni kontemporer di Kalimantan Barat.

“Ini bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi juga tentang membangun jaringan, bertemu kembali dengan teman lama maupun baru. Kami berharap Habe Series dapat menjadi pemantik bagi seniman lokal untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam Habe Festival yang akan digelar setiap tahun di bulan Mei mendatang,” ungkap Juan.

Melalui konsistensi Habe Series, diharapkan ekosistem seni eksperimental di Kalimantan Barat dapat semakin kokoh, sekaligus membuka pintu yang lebih lebar bagi seniman lokal untuk unjuk gigi di kancah nasional maupun internasional.

Baca Juga: Bawa 3 Isu Prioritas di Musrenbang 2027, Forum Anak Kota Singkawang Soroti Keamanan Digital dan Jam Malam

(Mira)