Faktakalbar.id, NASIONAL – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menguji secara langsung penggunaan bahan bakar biodiesel B50 pada alsintan (alat dan mesin pertanian).
Langkah strategis ini dilakukan pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan nasional yang ditopang oleh kemandirian energi domestik berbasis sumber daya terbarukan.
Baca Juga: Indonesia Segera Terapkan B50, Pabrik Biodiesel Baru Dibangun di Papua
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pengembangan energi terbarukan di sektor pertanian merupakan salah satu prioritas.
“Pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Andi Amran Sulaiman, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, Kementan terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan guna mendukung modernisasi pertanian.
Kementan mengembangkan inovasi berupa teknologi bioreaktor biodiesel hibrida melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Teknologi ini dirancang khusus agar mampu mengolah berbagai bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.
“Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Kepala BRMP Kementan, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi bioenergi merupakan wujud nyata hilirisasi inovasi.
Pihaknya berupaya keras mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel untuk menghasilkan bahan bakar alternatif secara efisien dengan kualitas yang stabil.
















