Kementan Uji Kinerja Biodiesel B50 pada Alsintan

Kementan resmi menguji biodiesel B50 pada alsintan untuk perkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Hasil uji mesin pertanian memenuhi standar SNI.
Kementan resmi menguji biodiesel B50 pada alsintan untuk perkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Hasil uji mesin pertanian memenuhi standar SNI. (Dok. ESDM)

“Dengan demikian, biodiesel yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pada operasional alat dan mesin pertanian,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah menggandeng LEMIGAS untuk melakukan uji kinerja lapangan penggunaan biodiesel B50 pada alsintan sejak awal April 2026.

Baca Juga: Peneliti UI: Implementasi Mandatori B50 Harus Diiringi Penguatan Produksi Sawit Sektor Hulu

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menyebutkan bahwa pengujian tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis sebelum diterapkan secara operasional. Evaluasi difokuskan pada keandalan mesin, efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga stabilitas operasional saat digunakan bekerja di lapangan.

“Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif, sejalan dengan dukungan terhadap program B50,” jelasnya.

Arief Rachman menambahkan, objek pengujian meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, dan pompa air.

Proses pengujian juga mencakup tes cold-startability guna menjamin mesin tetap dapat beroperasi normal setelah periode penyimpanan tertentu. Berdasarkan data hasil laboratorium dan uji lapangan, parameter seperti daya dan efisiensi kerja telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Hasil ini menunjukkan biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada alat dan mesin pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional,” jelas Arief Rachman.

(*Red)