Bupati Alexander Wilyo Apresiasi Manajemen PT Mayawana Persada dalam Selesaikan Konflik ‎

Bupati Ketapang Alexander Wilyo berhasil memediasi penyelesaian damai konflik PT Mayawana Persada dengan tokoh adat serta dorong restorative justice.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo berhasil memediasi penyelesaian damai konflik PT Mayawana Persada dengan tokoh adat serta dorong restorative justice. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Di tengah keberagaman masyarakat, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, menegaskan komitmennya dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan.

‎Menurut Alex, Kabupaten Ketapang bukan sekadar wilayah administratif, namun juga “rumah besar bersama” yang dihuni oleh berbagai elemen.

“Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga investor hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Jadi Ketapang ini adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menjaga,” ujar Alex, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Bupati Alexander Wilyo Apresiasi Manajemen PT Mayawana Persada dalam Selesaikan Konflik ‎

‎Sebagai pemimpin daerah kata Alex, tanggung jawab yang diemban tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan stabilitas sosial tetap terjaga.

‎”Satu diantara kunci utama dalam menjaga harmoni tersebut adalah melalui pendekatan musyawarah mufakat,” sebut Alex.

‎Hal tersebut dibuktikan saat bupati turun langsung menangani persoalan yang melibatkan tokoh adat, Tarsisius Fendy, dengan pihak perusahaan PT Mayawana Persada.

‎”Beberapa waktu lalu, saya dihadapkan pada situasi yang memerlukan kehadiran dan sentuhan kepemimpinan. Ada sebuah persoalan yang melibatkan saudara kita, tokoh adat Tarsisius Fendy, dengan pihak PT Mayawana Persada,” jelas Alex.

‎Dikatakan Alex, jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang berselisih, tetapi juga masyarakat luas.