Faktakalbar.id, NGAWI — Peristiwa cuaca ekstrem di Ngawi yang ditandai dengan turunnya hujan intensitas tinggi disertai tiupan angin kencang memporak-porandakan kawasan permukiman warga.
Bencana hidrometeorologi ini secara spesifik melanda wilayah Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026) sore sekitar pukul 14.50 WIB.
Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Tapanuli Utara, Tiga Rumah Hanyut Tersapu Air
Berdasarkan laporan pemutakhiran data kejadian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemicu utama kerusakan di kawasan tersebut murni akibat fenomena alam pergantian cuaca.
Tingginya intensitas curah hujan yang turun dalam waktu singkat berbarengan dengan hempasan angin kencang langsung menyapu atap bangunan rumah-rumah warga yang dilewatinya.
Akibat hantaman cuaca ekstrem di Ngawi tersebut, tercatat sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) harus menjadi korban terdampak.
Hembusan angin ribut itu mengakibatkan kerusakan fisik pada bagian atap dari tujuh unit bangunan rumah tempat tinggal milik warga setempat.
Material atap yang beterbangan dan runtuh tersebut memerlukan penanganan pembersihan segera agar tidak membahayakan keselamatan penghuni rumah maupun warga yang melintas di sekitar lokasi.
Merespons laporan kerusakan tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Petugas BPBD bergerak cepat melakukan koordinasi dengan perangkat desa, melangsungkan kaji cepat tingkat kerusakan bangunan, dan memimpin langsung proses pembersihan puing-puing material atap yang berserakan di lokasi terdampak.
Menyikapi rentetan bencana hidrometeorologi yang terus terjadi, BNPB secara tegas mengeluarkan imbauan nasional kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Warga diminta untuk ekstra waspada terhadap potensi ancaman bahaya hidrometeorologi basah seperti angin kencang dan hujan lebat.













