“Klaim tuntas 100% di desa ini adalah Hoaks… Investigasi lebih dalam mengungkap bahwa tapak atau dudukan tembok meteran air di rumah-rumah warga dibangun sangat tipis sehingga saat ini sudah mengalami keretakan,” jelas laporan itu.
Ketiga, di Desa Saka Taru dengan anggaran Rp3,26 miliar, meskipun air mengalir karena faktor alam, kualitas infrastruktur intake diragukan kekohohannya dan diduga tidak sesuai spesifikasi awal.
Desak Kejati Kalbar Turun Tangan
Warga menduga klaim 100 persen ini merupakan taktik untuk memuluskan pencairan dana di akhir tahun anggaran.
Baca Juga: Kejati Kalbar Geledah Kantor Perusda Aneka Usaha Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi
Oleh karena itu, masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat untuk segera menurunkan tim ahli teknis guna mengaudit fisik dan volume pekerjaan.
“Kami mendesak Kejati Kalbar menurunkan tim ahli teknis untuk menguji kualitas beton dan volume pekerjaan. Jangan sampai uang rakyat miliaran rupiah menguap untuk proyek yang hanya bertahan seumur jagung,” pungkas laporan warga.
(Ra)
















