Klaim Proyek Air Bersih Rp10,4 Miliar Tuntas, Warga Bengkayang Teriak: “Hoaks! Air Tak Ngalir, Beton Retak”

Kolase kondisi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp10,4 miliar di Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang. Warga menuding klaim progres 100 persen dari Dinas PUPR tidak sesuai fakta lapangan. (Dok. ISt)
Kolase kondisi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp10,4 miliar di Kecamatan Lembah Bawang, Bengkayang. Warga menuding klaim progres 100 persen dari Dinas PUPR tidak sesuai fakta lapangan. (Dok. ISt)

“Klaim tuntas 100% di desa ini adalah Hoaks… Investigasi lebih dalam mengungkap bahwa tapak atau dudukan tembok meteran air di rumah-rumah warga dibangun sangat tipis sehingga saat ini sudah mengalami keretakan,” jelas laporan itu.

Ketiga, di Desa Saka Taru dengan anggaran Rp3,26 miliar, meskipun air mengalir karena faktor alam, kualitas infrastruktur intake diragukan kekohohannya dan diduga tidak sesuai spesifikasi awal.

Desak Kejati Kalbar Turun Tangan

Warga menduga klaim 100 persen ini merupakan taktik untuk memuluskan pencairan dana di akhir tahun anggaran.

Baca Juga: Kejati Kalbar Geledah Kantor Perusda Aneka Usaha Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi

Oleh karena itu, masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat untuk segera menurunkan tim ahli teknis guna mengaudit fisik dan volume pekerjaan.

“Kami mendesak Kejati Kalbar menurunkan tim ahli teknis untuk menguji kualitas beton dan volume pekerjaan. Jangan sampai uang rakyat miliaran rupiah menguap untuk proyek yang hanya bertahan seumur jagung,” pungkas laporan warga.

(Ra)