Faktakalbar.id, BENGKAYANG — Personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1209-07/Jgb bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan Karya Bakti berupa rehab Rumah Betang di Bengkayang, tepatnya di Dusun Jagoi Babang, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan gotong royong yang menyasar pemugaran Rumah Betang atau yang dikenal warga lokal dengan sebutan Boli Botang ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat.
Kolaborasi lintas elemen ini bertujuan untuk merawat bangunan bersejarah yang selama ini menjadi pusat aktivitas dan simbol kebanggaan masyarakat adat yang bermukim di wilayah perbatasan darat negara.
Pelaksanaan rehab Rumah Betang di Bengkayang ini ditegaskan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan semata, melainkan wujud upaya kolektif untuk menjaga warisan leluhur dan identitas kebudayaan suku Dayak Bidayuh.
Dengan memperbaiki struktur utama bangunan adat yang mulai termakan usia, jajaran TNI dan warga berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa nilai-nilai filosofis dan catatan sejarah yang terkandung di dalam Boli Botang tetap tegak berdiri sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Kehadiran aparat kewilayahan TNI di tengah-tengah warga binaan secara khusus bertujuan untuk menumbuhkan hubungan yang semakin harmonis, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui kerja sama di lapangan, diharapkan tercipta ikatan emosional yang kuat antara prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 1209/Bengkayang dengan warga Jagoi Babang, sehingga kemanunggalan antara TNI dan rakyat kian nyata.
Kegiatan pemugaran fasilitas adat perbatasan ini juga merupakan bagian integral dari program Pembinaan Teritorial (Binter) yang secara rutin dijalankan oleh jajaran Koramil 1209-07/Jgb. Dengan terjun langsung membantu masyarakat, TNI turut menciptakan ruang Komunikasi Sosial (Komsos) yang efektif.
Pendekatan ini memungkinkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendengarkan langsung aspirasi warga, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya upaya menjaga stabilitas dan keamanan wilayah perbatasan melalui pendekatan kebudayaan lokal.
Melalui tradisi semangat gotong royong yang masih kental di lingkungan masyarakat perbatasan, ditargetkan renovasi bangunan adat Rumah Betang ini dapat segera rampung.
Setelah pengerjaan selesai, bangunan tersebut nantinya bisa kembali difungsikan secara maksimal untuk berbagai penyelenggaraan kegiatan adat istiadat dan sosial kemasyarakatan suku Dayak setempat.
(*Red)











