Tragedi Jaksa Agung Baharuddin Lopa: Wafat Mendadak Sebulan Usai Dilantik, Meja Kerja Penuh Kasus Korupsi Besar

"Tragedi Jaksa Agung Baharuddin Lopa yang wafat mendadak pada Juli 2001, hanya sebulan setelah dilantik Gus Dur dan saat sedang gencar menangani korupsi besar."
Tragedi Jaksa Agung Baharuddin Lopa yang wafat mendadak pada Juli 2001, hanya sebulan setelah dilantik Gus Dur dan saat sedang gencar menangani korupsi besar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Penunjukan Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Juni 2001 menjadi harapan besar di era reformasi.

Namun, perjuangannya memberantas korupsi harus berakhir tragis hanya dalam hitungan hari.

Sejak hari pertama menjabat, Lopa langsung menggebrak.

Suara Pembaruan (4 Juli 2001) melaporkan, meja kerjanya langsung dipenuhi berkas penyelidikan kasus korupsi besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi negara sisa-sisa Orde Baru.

Baca Juga: Kisah Baharuddin Lopa: Jaksa Agung ‘Miskin’ Musuh Koruptor, Larang Keluarga Pakai Mobil Dinas dan Sering Naik Angkot

Lopa bekerja tanpa kenal waktu, sadar bahwa langkahnya membuat banyak pihak gerah.

“Terlalu banyak orang yang ketakutan jika saya diangkat menjadi Jaksa Agung,” ungkapnya dalam buku Kejahatan Korupsi dan Penegakan Hukum (2001).

Di tengah kesibukannya menangani kasus-kasus kakap dan riwayatnya yang sering menerima ancaman pembunuhan, Lopa mendadak jatuh sakit.