Tradisi Makan Berami Warnai Puncak Peringatan Hari Jadi ke-410 Kota Sanggau

Warga dan pejabat daerah di Sanggau gelar Tradisi Makan Berami guna rayakan HUT ke-410 kota. Kegiatan ini jadi simbol rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.
Warga dan pejabat daerah di Sanggau gelar Tradisi Makan Berami guna rayakan HUT ke-410 kota. Kegiatan ini jadi simbol rasa syukur dan kebersamaan masyarakat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SANGGAU – Ratusan warga bersama jajaran pejabat daerah berkumpul di kawasan lingkungan Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, untuk melaksanakan Tradisi Makan Berami pada Kamis (16/4/2026) pagi.

Kegiatan makan bersama yang dimulai pukul 09.45 WIB ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-410 Kota Sanggau.

Baca Juga: Semarak Same Weekend, Paduan Olahraga dan Pemberdayaan UMKM Meriahkan HUT ke-410 Kota Sanggau

Tradisi Makan Berami merupakan kearifan lokal masyarakat Sanggau yang sarat akan makna filosofis. Dalam tradisi budaya ini, seluruh elemen masyarakat dari berbagai latar belakang duduk berdampingan tanpa sekat untuk menyantap hidangan secara sederhana.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas usia kota yang mencapai lebih dari empat abad, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga dan menjaga nilai gotong royong dalam pembangunan daerah.

Pelaksanaan perayaan budaya tahun ini berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh pimpinan daerah. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sanggau Yohanes Ontot beserta Wakil Bupati Susana Herpena, dan Wakapolres Sanggau Radian Andy Pratomo.

Turut bergabung pula perwakilan kepala daerah se-Kalimantan Barat, mantan Bupati Sanggau, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

Guna memastikan kearifan lokal ini berjalan lancar, Kepolisian Resor (Polres) Sanggau menurunkan sejumlah personel pengamanan. Penjagaan dilakukan secara terbuka dan tertutup di sejumlah titik strategis, mulai dari area utama tempat warga makan bersama hingga jalur akses transportasi masyarakat di sekitar kawasan Sentana.

Wakapolres Sanggau Radian Andy Pratomo menegaskan bahwa pengamanan secara maksimal ini merupakan bentuk komitmen institusi kepolisian dalam mendukung kelancaran kegiatan budaya di tengah masyarakat.