Ketua DPRD Dorong Pekan Raya Pontianak Jadi Agenda Tetap Hari Jadi Kota

Ketua DPRD Pontianak Satarudin bersama Kadisporapar Rizal dan panitia saat pembukaan Pekan Raya Pontianak di Rumah Radakng. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Ketua DPRD Pontianak Satarudin bersama Kadisporapar Rizal dan panitia saat pembukaan Pekan Raya Pontianak di Rumah Radakng. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar event Pekan Raya Pontianak (PRP) di tahun depan dapat disandingkan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pontianak, karena dinilai mampu menggeliatkan perekonomian di sektor UMKM, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Pemkot Pontianak Gelar Aksi Gotong Royong Secara Serentak di Enam Kecamatan

Satarudin mengenang bahwa PRP merupakan agenda tahunan yang populer di era 90-an di Gedung Arena Remaja (sekarang PCC).

Setelah sempat vakum, tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua yang diselenggarakan di Rumah Radakng selama 14 hari ke depan.

“Saya ingat, dulu PRP ini pernah diadakan setiap tahun di 90 an. Lokasinya di Gedung Arena Remaja (PCC) sekarang. Untuk kali ini, PRP diadakan kembali. Ini tahun ke duanya. Di tahun pertama kemarin diadakan di PCC. Sekarang coba di Rumah Radakng,” ujar Satarudin.

Ia berharap PRP kedepannya menjadi magnet bagi masyarakat dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, dan BUMD untuk membuka layanan publik di lokasi acara, seperti pengurusan KTP atau perizinan usaha.

Satarudin juga menekankan pentingnya kolaborasi anggaran antara pemerintah dan pihak ketiga agar skalanya bisa sejajar dengan Pekan Raya Jakarta.

“Kalau inikan saya lihat di stan banyak pelaku usaha thrifting dan pakaian. Ada juga marketing perumahan dan beberapa produk swasta. Mereka saja mau terlibat, seharusnya pemerintah, BUMN dan BUMD bisa terlibat juga,” katanya.

Baca Juga: Bhayangkara Presisi Siapkan Empat Pemain Asing Jelang AVC 2026 di Pontianak

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal mendukung penuh penguatan promosi event ini, mulai dari akses pintu masuk seperti bandara hingga papan iklan di pusat kota guna menarik wisatawan.