Faktakalbar.id, NASIONAL – Di tengah anomali cuaca yang melanda sebagian besar wilayah nusantara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi meminta jajaran pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Peringatan dini ini dikeluarkan menyusul temuan tingkat kerawanan tinggi di sejumlah daerah berdasarkan pantauan satelit.
Baca Juga:Â Karhutla di Kutai Barat Hanguskan Satu Hektare Lahan Perkebunan
BNPB terus melakukan pemantauan intensif terhadap tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah (Fine Fuel Moisture Code) di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan data pemutakhiran pada Senin (27/4/2026), instansi kebencanaan tersebut mengidentifikasi tiga wilayah provinsi yang masuk ke dalam kategori sangat rawan.
Beberapa wilayah di Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Selatan tercatat berada pada kategori kondisi lahan yang mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi tanah yang mengering di lapisan atas membuat percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat menyebar dan membesar, terutama jika didukung oleh embusan angin.
Menyikapi tingginya potensi bahaya karhutla di ketiga provinsi tersebut, BNPB menekankan bahwa tindakan pencegahan secara dini merupakan langkah paling efektif dan efisien untuk menghindari meluasnya area lahan yang terbakar.
Operasi pemadaman jalur darat maupun udara akan memakan biaya yang sangat besar dan waktu yang lama jika api sudah terlanjur membesar.
















