Faktakalbar.id, BANDA ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar simulasi evakuasi mandiri sebagai rangkaian acara puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang dimulai secara serentak pada pukul 10.00 WIB ini bertujuan untuk menguji keandalan infrastruktur sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) sekaligus memperkuat kapasitas mitigasi warga dalam menghadapi ancaman banjir.
Baca Juga: Awali Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BNPB Tanam 2.257 Bibit Pohon di Banda Aceh
Skenario simulasi tersebut menggambarkan situasi di mana curah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah selama dua hari berturut-turut, sehingga memicu kenaikan debit air sungai hingga menyentuh level siaga.
Saat indikator air mencapai batas waspada, sensor EWS yang telah dipasang oleh BNPB di lima titik sungai langsung mengirimkan sinyal otomatis ke dasbor pusat kendali di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh.
Petugas BPBD yang bersiaga 24 jam langsung merespons dengan menyalakan sirine peringatan agar warga segera melakukan evakuasi ke tempat aman.
Pelaksanaan simulasi di Kota Banda Aceh dipusatkan di dua lokasi percontohan, yakni Kantor Kecamatan Baiturrahman dan kawasan ruang publik saat hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day/CFD).
Di wilayah Kecamatan Baiturrahman, sirine EWS telah terpasang dan kantor kecamatan resmi ditetapkan sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES). Sementara itu, simulasi di kawasan CFD menjadi contoh konkret proses evakuasi di ruang publik, di mana masyarakat secara sigap diarahkan menuju titik kumpul di sebuah gedung bertingkat saat sirine bahaya berbunyi.
Kepala BNPB, Suharyanto, hadir secara langsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh untuk membuka acara sekaligus memantau jalannya simulasi lintas daerah secara daring. Sekretariat mencatat rangkaian kegiatan mitigasi ini melibatkan sedikitnya 291.000 peserta yang tersebar di 34 provinsi, mencakup instansi pemerintah, lembaga pendidikan, tempat usaha, hingga keluarga.
“Dilaksanakan simulasi di masing-masing titik, ditayangkan (saat acara puncak HKB) di Kota Banda Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatra Barat,” ungkap Suharyanto sesaat setelah memantau kegiatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah tingginya tingkat kerentanan geografis wilayah Indonesia.












