“Memang ada jalan alternatif, tapi jaraknya jauh dan bisa memakan waktu kurang lebih dua jam. Jadi mau tidak mau warga tetap lewat jembatan ini meski kondisinya sudah sangat berbahaya,” ujar ucup lagi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, setidaknya melakukan penanganan darurat untuk menjamin keselamatan pengguna.
Infrastruktur dasar seperti ini, bagi warga, bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, telah dilakukan melalui pesan WhatsApp terkait kondisi jembatan dan rencana penanganannya.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.
Di tengah kebutuhan mendesak warga, lambannya respons tersebut seolah menegaskan bahwa persoalan infrastruktur di wilayah pedalaman kerap baru mendapat perhatian setelah menjadi sorotan, atau lebih buruk lagi, setelah menimbulkan korban.
Baca Juga: Sambut Gawai Padi 2026, Warga Tunggul Boyok Gelar Turnamen Mini Soccer di Sanggau
(Joni)
















