Faktakalbar.id, SANGGAU — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Sanggau terus memperkuat langkah pencegahan angka pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Upaya ini diwujudkan dengan menggelar program Police Goes To School di Sanggau yang diinisiasi oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) dengan menyasar para siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sanggau pada Rabu (22/4/2026) pagi, mulai pukul 07.45 WIB.
Baca Juga: Satlantas Polres Sekadau Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas di Depan SMPN 1 Sekadau
Langkah preventif ini dirancang khusus untuk menanamkan kesadaran hukum dan etika tertib berlalu lintas sejak usia dini di kalangan pelajar.
Melalui pendekatan edukatif yang terstruktur, personel kepolisian secara langsung mengajak seluruh siswa untuk lebih memahami betapa pentingnya menjaga keselamatan diri di jalan raya serta mematuhi setiap aturan lalu lintas yang berlaku.
Pelaksanaan program Police Goes To School di Sanggau ini dipimpin langsung oleh Pejabat Sementara (PS) Kepala Unit (Kanit) Kamsel Satlantas Polres Sanggau, Aipda Suriansyah, bersama jajaran personel Unit Kamsel lainnya.
Agar tujuan sosialisasi tercapai maksimal, seluruh materi edukasi disampaikan secara interaktif dua arah dan disesuaikan dengan bahasa remaja sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa.
Dalam sesi pemaparan materi di ruangan, para petugas memberikan penjelasan komprehensif mengenai pengenalan dasar rambu-rambu lalu lintas.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanda wajib berhenti, rambu peringatan kehati-hatian, hingga tata cara menyeberang jalan darat yang aman bagi pejalan kaki.
Para siswa juga diberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi alat pemberi isyarat lalu lintas serta arti dari setiap warnanya sebagai panduan utama keselamatan di jalan raya.
Selain memaparkan materi teknis seputar lalu lintas, pihak kepolisian juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengenalkan peran tugas pokok institusi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pendekatan humanis ini dinilai sangat penting untuk membangun kedekatan emosional antara aparat penegak hukum dan generasi muda.
















