Faktakalbar.id, SANGGAU — Masyarakat Desa Tunggul Boyok, Kecamatan Bonti, secara resmi membuka ajang kompetisi Turnamen Mini Soccer di Sanggau pada Senin (27/4/2026).
Pertandingan olahraga antarwarga ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka memeriahkan dan menyambut perayaan tradisi Gawai Padi atau Nosu Podi tahun 2026 di wilayah setempat.
Baca Juga: Mengulik 5 Hal Menarik dari Gawai Adat Dayak Kalimantan Barat
Kegiatan pembukaan kompetisi berlangsung di Lapangan Bola Bonua Engkadot, Dusun Tunggul Boyok, yang dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pimpinan, di antaranya Kepala Desa Tunggul Boyok Yeremias Yas, Bhabinkamtibmas Brigpol Juni Santoso, Babinsa Kopda Sujinus, Ketua BPD Markarius Lukes, serta Ketua Panitia Meinisuri.
Seremoni pembukaan berlangsung khidmat dan sederhana, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan pertandingan perdana yang mempertemukan empat tim mini soccer dari wilayah desa setempat.
Kepala Desa Tunggul Boyok, Yeremias Yas, dalam sambutannya menyatakan bahwa Turnamen Mini Soccer di Sanggau ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari tim pemenang.
Kegiatan tersebut diusung sebagai sarana strategis untuk mempererat persaudaraan antarwarga, sekaligus memupuk semangat kebersamaan menjelang perayaan tradisi tahunan masyarakat adat di desa tersebut.
Antusiasme masyarakat tampak sangat tinggi dengan kehadiran warga yang memadati area pinggir lapangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan.
Mengantisipasi keramaian penonton, Bhabinkamtibmas Desa Tunggul Boyok, Brigpol Juni Santoso, menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, sehingga kegiatan ini dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Juni Santoso menambahkan bahwa kegiatan olahraga kemasyarakatan seperti ini merupakan wadah yang sangat efektif untuk memperkuat hubungan sosial antarwarga dari berbagai latar belakang. Melalui kebersamaan yang positif, diharapkan akan tercipta lingkungan desa yang semakin harmonis.
Baca Juga: 5 Tradisi Unik Masyarakat Kapuas Hulu yang Memesona dan Sarat Makna Budaya
Di tempat terpisah, Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara, turut memberikan apresiasi atas inisiatif warga Desa Tunggul Boyok. Ia menilai turnamen ini mampu menjadi sarana pembinaan yang baik bagi generasi muda serta ampuh dalam mempererat tali silaturahmi.














