“Seluruh enumerator diharapkan dapat melaksanakan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab guna memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar terdampak,” ujar Mukhlis.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.
Dari pihak BNPB, hadir penanggung jawab tugas wilayah Bireuen, Agus Wibowo, serta tenaga ahli Kepala BNPB, Herman Hidayat dan Asep Supriatna.
Dalam sesi pemaparan teknis, Agus Wibowo menjelaskan mengenai perbedaan karakteristik penanganan bencana dari fase tanggap darurat hingga pemulihan. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan data yang valid dan akurat sebagai dasar utama dalam pengambilan kebijakan.
Sesi utama bimbingan teknis diisi oleh Asep Supriatna yang memaparkan secara komprehensif mekanisme verifikasi lapangan.
Ia memberikan simulasi penggunaan instrumen dan formulir pendataan, serta menguraikan perbedaan ketentuan penyaluran bantuan antara tahap satu dan tahap dua. Materi ini diberikan demi menyamakan pemahaman para enumerator sebelum diterjunkan ke lokasi bencana.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Pelaksana BPBD Bireuen.
Para peserta tampak aktif menyampaikan pertanyaan dan masukan, khususnya terkait penyempurnaan mekanisme verifikasi dan kriteria penilaian agar hak-hak masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan adil.
(*Red)
















