Faktakalbar.id, BOGOR — Bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerjang belasan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk merusak infrastruktur di wilayah Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede.
Insiden pergerakan tanah secara masif ini terjadi usai wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi serta durasi yang sangat lama pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Update Data Bencana BNPB Awal April: Karhutla Ogan Ilir hingga Longsor Deli Serdang
Berdasarkan pengkinian data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (21/4/2026), material longsor menyapu banyak kawasan permukiman. Selain Desa Cimanggis, desa terdampak lainnya meliputi Desa Cintamanik (Kecamatan Cigudeg), Desa Cinangka (Ciampea), Desa Pagersari (Jasinga), Desa Sukadamai (Dramaga), Desa Pasir Angin (Megamendung), Desa Cijayanti (Babakan Madang), Desa Ciawi (Ciawi), Desa Cemplang (Cibungbulang), serta beberapa titik di Kecamatan Ciomas.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di lapangan, pergerakan tanah ini memicu kerugian infrastruktur yang signifikan.
Sedikitnya 16 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Rincian kerusakan tersebut mencakup tiga unit berstatus rusak ringan, sembilan unit rusak sedang, dan empat unit lainnya dilaporkan rusak berat.
Selain merusak fisik bangunan tempat tinggal, tanah longsor di Kabupaten Bogor ini juga sangat mengancam keselamatan jiwa para penduduk.
Tercatat sebanyak 31 jiwa terpaksa harus mengungsi demi menghindari potensi longsor susulan, yang terdiri atas 28 warga Desa Cijayanti dan 3 warga Desa Cemplang.
Bencana ini turut memutus laju mobilitas warga lantaran timbunan tanah menutup lima ruas jalan dan merusak satu unit jembatan.
Sampai saat ini, jajaran BPBD Kabupaten Bogor masih terus bersiaga penuh dan melakukan penanganan langsung di lokasi kejadian.
Bersama dengan unsur masyarakat setempat, fokus utama kerja petugas saat ini adalah membersihkan tumpukan material longsor berupa lumpur dan bebatuan yang menutup area permukiman maupun akses publik.
















