BPBD Data Kerusakan Puluhan Rumah Akibat Bencana Cuaca Ekstrem di Bogor

Cuaca ekstrem di Bogor picu angin kencang, longsor, dan tanggul jebol di enam kecamatan. Puluhan rumah warga rusak berat hingga dievakuasi petugas BPBD.
Cuaca ekstrem di Bogor picu angin kencang, longsor, dan tanggul jebol di enam kecamatan. Puluhan rumah warga rusak berat hingga dievakuasi petugas BPBD. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rentetan musibah di Kabupaten Bogor dimulai dengan hujan lebat berdurasi panjang yang disertai sapuan angin kencang pada Minggu (19/4/2026).

Angin ribut tersebut merusak permukiman di enam kecamatan, yakni Kecamatan Tamansari (Desa Sirnagalih, Sukamantri), Pamijahan (Desa Cimayang), Dramaga (Desa Sukadamai, Purwasari), Ciomas (Desa Padasuka, Sukamakmur, Ciomas Rahayu), Ciampea (Desa Cinangka), dan Leuwiliang (Desa Karyasari). Akibatnya, satu rumah dinyatakan rusak berat, delapan unit rusak sedang, dan sembilan lainnya rusak ringan.

Kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem di Bogor masih terus berlanjut keesokan harinya. Intensitas hujan yang tidak kunjung reda memicu peningkatan drastis debit air di Kali Cikantul. Akibatnya, tanggul penahan tak mampu membendung volume air hingga jebol dan memicu banjir di Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, serta Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan pada Senin (20/4/2026). Musibah banjir luapan ini merusak empat rumah kategori berat, lima rumah rusak sedang, dan empat rusak ringan, serta berdampak pada 50 bangunan rumah warga lainnya.

Bersamaan dengan luapan banjir, resapan curah hujan ekstrem juga menyebabkan struktur tanah labil hingga memicu bencana tanah longsor. Longsoran tanah menimbun area permukiman warga yang berlokasi di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang. Tercatat lima unit rumah rata dihantam material longsor hingga rusak berat, sementara 14 rumah mengalami rusak sedang, dan 14 rumah rusak ringan. Selain tempat tinggal, tim gabungan melaporkan fasilitas rumah ibadah, klinik kesehatan, dan satu akses jalan vital turut tertutup material tanah.

Pihak BPBD bersama masyarakat saat ini masih berjibaku melakukan pembersihan material pascabencana dan mendistribusikan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Mengingat prakiraan BMKG yang menyebut cuaca buruk masih berpotensi terjadi hingga 24 April 2026, BNPB menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera memastikan skema kedaruratan berjalan matang. Warga setempat diimbau untuk selalu menyiapkan tas siaga bencana dan mematuhi arahan evakuasi dari petugas apabila tanda-tanda bencana alam kembali muncul.

(*Red)