Nasional  

BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia

Sejumlah dampak tanah longsor yang tersebar pada 10 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu lalu (15/4). BPBD dan dinas terkait telah melakukan upaya tanggap darurat di lokasi. Pada Kamis (16/4), para personel membersihkan material longsor di Desa Bojong Koneng, Desa Situ Ilir dan Desa Sukaharja. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Sejumlah dampak tanah longsor yang tersebar pada 10 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu lalu (15/4). BPBD dan dinas terkait telah melakukan upaya tanggap darurat di lokasi. Pada Kamis (16/4), para personel membersihkan material longsor di Desa Bojong Koneng, Desa Situ Ilir dan Desa Sukaharja. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan tanah longsor melanda sedikitnya enam kabupaten di Indonesia.

Rentetan kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut terjadi sejak Rabu (15/4/2026) hingga Jumat (17/4/2026) pagi.

Baca Juga: Cegah Dampak Kemarau Ekstrem, BNPB Dorong Mitigasi Karhutla di Kalimantan Barat secara Terpadu

Berdasarkan pemutakhiran data penanggulangan bencana, fenomena cuaca ekstrem dan angin kencang mendominasi wilayah Pulau Sumatra, sementara bencana tanah longsor mayoritas terjadi di Pulau Jawa.

Angin Kencang Landa Wilayah Sumatra

Di wilayah Sumatra Selatan, angin kencang menerjang empat kelurahan di wilayah Kabupaten Lubuk Linggau pada Rabu (15/4/2026) sore. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Lubuk Linggau Timur I, Lubuk Linggau Timur II, dan Lubuk Linggau Barat I. Satu warga dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, cuaca ekstrem merusak puluhan rumah di tiga desa pada Kecamatan Semadam. BPBD setempat mencatat 15 rumah mengalami rusak berat, 15 rusak sedang, dan 30 rusak ringan. Peristiwa ini berdampak pada 60 Kepala Keluarga (KK) atau 239 jiwa, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.

Cuaca buruk turut melanda Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, yang berdampak pada 20 KK di Kecamatan Lae Parira. Kondisi ini memaksa dua keluarga mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat.