Panduan Praktis, Begini Cara Mudah Menghitung Nutrisi Makanan Setiap Hari

"Mengetahui cara menghitung nutrisi makanan sangat penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh. Berikut panduan praktis yang bisa kamu terapkan setiap hari."
Mengetahui cara menghitung nutrisi makanan sangat penting untuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh. Berikut panduan praktis yang bisa kamu terapkan setiap hari. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memiliki tubuh yang sehat dan berat badan ideal bukan hanya soal mengurangi porsi makan, tetapi tentang memahami apa yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh kita.

Mengetahui cara menghitung nutrisi makanan adalah langkah pertama yang krusial bagi siapa saja yang ingin memulai gaya hidup sehat atau sedang menjalani program diet tertentu.

Mungkin awalnya terdengar rumit layaknya pelajaran sains di sekolah, namun menghitung asupan nutrisi sebenarnya sangat sederhana jika kamu sudah memahami konsep dasarnya.

Agar tidak bingung, berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa kamu ikuti untuk menghitung nutrisi makananmu sehari-hari:

Baca Juga: Rahasia Tubuh Langsing Tanpa Perlu Diet Ketat

1. Pahami Tiga Makronutrisi Utama

Sebelum menghitung, kamu wajib berkenalan dengan yang namanya makronutrisi (macronutrients), yakni komponen utama penyumbang energi atau kalori. Terdapat tiga makronutrisi utama yang harus kamu pantau:

  • Karbohidrat: Sumber energi utama tubuh. 1 gram karbohidrat setara dengan 4 kalori.

  • Protein: Penting untuk perbaikan sel dan otot. 1 gram protein setara dengan 4 kalori.

  • Lemak: Cadangan energi dan pelindung organ. 1 gram lemak setara dengan 9 kalori.

Jika kamu mengetahui berat dalam satuan gram dari ketiga zat ini dalam sepiring makananmu, kamu tinggal mengalikannya dengan angka kalori di atas untuk mendapatkan total asupan energi.

2. Biasakan Membaca Label Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)

Untuk makanan kemasan, cara paling akurat adalah dengan membaca label Informasi Nilai Gizi di bagian belakang kemasan.

Perhatikan bagian “Takaran Saji” (serving size).

Sering kali, satu bungkus makanan ringan berisi lebih dari satu takaran saji.

Jika di label tertulis 150 kalori per takaran saji dan dalam satu bungkus terdapat dua takaran saji, maka jika kamu menghabiskannya, kamu telah mengonsumsi 300 kalori.

3. Gunakan Timbangan Dapur Digital (Food Scale)

Untuk makanan utuh atau masakan rumahan (seperti dada ayam mentah, beras, atau buah), timbangan dapur digital adalah sahabat terbaikmu.

Mengukur dengan cangkir atau sendok sering kali tidak akurat.

Dengan menimbang bahan makanan dalam hitungan gram, kamu bisa mengetahui porsi pastinya sebelum dimasak.

4. Manfaatkan Aplikasi Pelacak Kalori (Calorie Counter)

Di era digital ini, kamu tidak perlu menghitung semuanya secara manual menggunakan kalkulator.

Unduh aplikasi pelacak nutrisi di ponsel pintar (smartphone) milikmu.

Kamu hanya perlu memasukkan nama makanan dan beratnya (atau memindai barcode pada kemasan), dan aplikasi tersebut akan secara otomatis memecah jumlah kalori, karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin yang ada di dalamnya.

5. Hitung Nutrisi Mentah, Bukan Matang

Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan pemula.

Saat menimbang daging atau sayuran, timbanglah dalam keadaan mentah (raw).

Proses memasak (merebus atau memanggang) akan mengubah kadar air di dalam makanan sehingga berat akhirnya bisa menyusut atau bertambah, yang mana hal ini akan membuat perhitungan nutrisimu menjadi tidak akurat.

Menerapkan cara menghitung nutrisi makanan mungkin akan terasa merepotkan di satu atau dua minggu pertama.

Namun seiring berjalannya waktu, kamu akan memiliki insting yang kuat untuk memperkirakan porsi dan nutrisi makanan hanya dengan melihatnya secara kasat mata.

Baca Juga: Tak Cukup Diet, Obat Kolesterol Bantu Normalkan LDL dan HDL

(Mira)