Lifestyle  

Waspada Bahaya Tersembunyi, Ini Alasan Kangkung Liar Tidak Boleh Dikonsumsi Terlalu Sering

"Hindari mengonsumsi kangkung liar secara berlebihan. Tanaman ini mudah menyerap logam berat berbahaya dan berisiko membawa parasit bagi kesehatan tubuh."
Hindari mengonsumsi kangkung liar secara berlebihan. Tanaman ini mudah menyerap logam berat berbahaya dan berisiko membawa parasit bagi kesehatan tubuh. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Sayur kangkung merupakan salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang lezat dan harganya yang terjangkau membuat sayuran ini sering tersaji di meja makan.

Namun, di balik kelezatannya, terdapat risiko kesehatan jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, terutama jika kangkung tersebut diambil dari sembarang tempat.

Memahami bahaya kangkung liar sangat penting bagi Anda yang peduli terhadap kelayakan konsumsi dan gaya hidup sehat.

Tanaman yang tumbuh bebas di parit, selokan, sungai, atau rawa yang tercemar memiliki karakteristik biologis yang dapat mengancam kesehatan.

Baca Juga: 4 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan, Sayuran Hijau Murah Kaya Nutrisi

Berikut adalah alasan medis dan lingkungan mengapa Anda harus berhati-hati serta membatasi konsumsi kangkung yang tidak jelas asal-usul penanamannya:

1. Memiliki Sifat Hyperaccumulator (Penyerap Logam Berat)

Kangkung memiliki kemampuan fitoremediasi atau phytoremediation, yaitu kemampuan biologis untuk menyerap zat dan polutan dari air maupun tanah di sekitarnya.

Tanaman ini pada dasarnya bertindak seperti spons hidup.

Jika kangkung dipanen dari perairan yang tercemar limbah domestik atau pabrik, ia akan menyerap logam berat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium.

Mengonsumsi sayuran dengan paparan logam berat ini secara terus-menerus dapat merusak fungsi organ vital, terutama hati dan ginjal.

2. Risiko Tinggi Infeksi Parasit Cacing

Kangkung air yang tumbuh liar sangat rentan menjadi tempat bersarangnya telur parasit.

Salah satu ancaman utamanya adalah cacing usus Fasciolopsis buski.

Jika sayuran liar ini tidak dicuci bersih atau hanya dimasak setengah matang, larva cacing dapat bertahan hidup dan menetas di dalam saluran pencernaan manusia.

Infeksi parasit ini dapat memicu sakit perut kronis, diare, hingga komplikasi pencernaan lainnya.

3. Memicu Penumpukan Purin

Selain faktor lingkungan eksternal, kangkung secara alami mengandung zat purin dalam jumlah yang cukup signifikan.

Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit asam urat (gout), mengonsumsi kangkung terlalu sering dapat memicu penumpukan kristal asam urat di area persendian, yang berujung pada rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan.

Tips Aman Menikmati Olahan Kangkung

Untuk menghindari bahaya kangkung liar, pastikan Anda selalu membeli sayuran dari sumber yang jelas, seperti pasar swalayan atau petani yang terpercaya kualitas tanah dan airnya.

Prioritaskan memilih kangkung cabut (kangkung darat) yang ditanam di bedengan tanah bersih, dibandingkan kangkung air liar.

Sebelum dimasak, cuci kangkung helai demi helai di bawah air mengalir.

Pastikan Anda memasaknya pada suhu tinggi hingga benar-benar matang sempurna (well-cooked) untuk memastikan seluruh bakteri dan telur parasit hancur sebelum dikonsumsi.

Baca Juga: Kenapa Kangkung Jarang Jadi Menu Pasien RS? Ini Penjelasan Ahli Gizi

(Mira)