BNPB Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap Korban Banjir Tapanuli Utara, Target Rampung Awal 2026

Pekerja tengah menyelesaikan satu unit huntara di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara pada Minggu (21/12).
Pekerja tengah menyelesaikan satu unit huntara di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara pada Minggu (21/12). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, TAPANULI UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi memulai pembangunan huntara (hunian sementara) bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.

Pengerjaan proyek ini dipusatkan di lahan seluas empat hektare di Dusun Sibalanga Julu, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, sejak Jumat (19/12).

Baca Juga: Pipa Hancur Diterjang Longsor, Layanan Air Bersih di Empat Kecamatan Tapanuli Tengah Mulai Pulih

Pada tahap pertama, BNPB menargetkan pendirian 40 unit huntara. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (21/12), proses pembukaan lahan telah rampung sepenuhnya, dan satu unit contoh huntara telah mencapai progres pengerjaan 75 persen.

Konsep yang diusung dalam pembangunan huntara ini adalah rumah tumbuh. Artinya, struktur bangunan dirancang agar nantinya dapat dikembangkan menjadi hunian tetap (huntap).

Setiap kepala keluarga akan mendapatkan alokasi lahan seluas 6×6 meter dengan luas bangunan inti 4×6 meter.

Baca Juga: Krisis Air Akibat Banjir, Pemkab Tapanuli Tengah Kerahkan Mobil Tangki Operasi 24 Jam

Teknologi RISHAM dan Fasilitas Lengkap

Untuk mempercepat proses konstruksi, BNPB menerapkan teknologi Rumah Instan Sehat dan Aman (RISHAM) yang menggunakan struktur rangka beton bertulang.

Setiap unit terdiri dari satu ruang tidur, ruang utama, dan kamar mandi yang sudah dilengkapi septic tank.

Pihak BNPB menargetkan pengerjaan tahap pertama ini selesai dalam waktu lima minggu.

“Harapannya, pada bulan Januari 2026 mendatang, hunian ini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak,” tulis keterangan resmi BNPB.

Sebelumnya, sosialisasi terkait mekanisme bantuan dan tahapan pembangunan telah dilakukan di Kantor Desa Sibalanga pada Sabtu (20/12).

Dalam forum tersebut, pemerintah juga memberikan peringatan tegas mengenai zona aman.

“Warga dihimbau untuk tidak membangun kembali pada kawasan yang telah menjadi bagian dari zona merah demi keamanan bersama,” bunyi imbauan dalam sosialisasi tersebut.

Sinergi Membangun Hunian Tetap (Huntap)

Selain huntara, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatra dapat secepat mungkin terbangun,” demikian arahan Presiden yang menjadi dasar percepatan proyek ini.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, hadir langsung di Tapanuli Utara pada Minggu (21/12) untuk melakukan peletakan batu pertama.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 80 Unit Hunian Sementara Bagi Pengungsi di Kota Padang

Lokasi pembangunan huntap dipusatkan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, dengan target total 103 unit.

Pengerjaan huntap ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan atau pada Maret 2026.

Selain di Tapanuli Utara, Kemen PKP bersama dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi juga membangun huntap secara serentak di wilayah lain, yakni Tapanuli Tengah (118 unit), Tapanuli Selatan (227 unit), dan Sibolga (200 unit).

(*Red)