Faktakalbar.id, TAPANULI TENGAH – Upaya pemulihan infrastruktur air bersih di Kabupaten Tapanuli Tengah terus dikebut pascabencana banjir bandang dan longsor.
Kerusakan parah pada sistem perairan, termasuk hancurnya Kantor PDAM dan putusnya pipa di sumber mata air, membuat pasokan air bersih di 15 kecamatan sempat terhenti total.
Baca Juga: Pasokan Air Terganggu Akibat Bencana, Pemkab Padang Pariaman Gencarkan Distribusi Air Bersih
Tim teknis gabungan saat ini tengah berupaya keras memperbaiki pipa-pipa transmisi di wilayah hulu agar sistem jaringan dapat segera normal kembali.
Namun, proses perbaikan di lapangan menghadapi kendala berat. Medan yang sulit dijangkau akibat tertutup material longsor serta kondisi cuaca yang masih sering turun hujan menghambat mobilitas petugas membawa peralatan berat.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, progres perbaikan mulai menunjukkan hasil positif. Hingga Jumat (19/12), jaringan air di beberapa wilayah dilaporkan sudah mulai mengalir kembali.
Air Belum Layak Minum
Berdasarkan data terbaru, pasokan air bersih melalui pipa sudah mulai masuk ke empat kecamatan, yakni Kecamatan Manduamas, Barus, Sorkam, dan Sosorgadong.
Kendati demikian, pihak berwenang memberikan catatan penting terkait kualitas air yang diterima warga.
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih di Palembayan, Tim Gabungan Kerahkan Mobil Tangki dan Mesin Reverse Osmosis
Air yang mengalir saat ini kondisinya masih keruh. Hal ini wajar mengingat sistem penyaringan dan jaringan belum pulih 100 persen pasca diterjang material lumpur. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan air tersebut.
“Air yang dihasilkan masih keruh dan hanya bisa dimanfaatkan untuk mencuci dan mandi. Air belum bisa digunakan untuk minum,” tulis laporan petugas di lapangan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan darurat ini.
Penanggulangan bencana ditekankan sebagai kerja kolektif. Semangat gotong royong diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan infrastruktur vital di Sumatera Utara, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati air bersih yang layak konsumsi secepatnya.
(*Red)
















