Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kalimantan Barat memiliki garis pantai yang panjang dan dikelilingi oleh banyak sungai besar.
Di kawasan pesisir inilah, kita sering menjumpai hamparan hutan bakau atau mangrove.
Bagi sebagian orang, kawasan ini mungkin hanya terlihat sebagai semak belukar yang tumbuh di lumpur.
Padahal, eksistensinya memiliki peran yang sangat vital bagi bumi dan kehidupan kita sehari-hari.
Menjadi generasi yang modern tidak hanya soal mengikuti tren fashion atau gadget, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan (eco-awareness).
Bagi Anda yang peduli dengan kelestarian alam, berikut adalah 5 fungsi mangrove yang patut Anda ketahui:
1. Benteng Alami Pencegah Abrasi dan Tsunami
Fungsi mangrove yang paling utama dan krusial adalah sebagai pelindung kawasan pesisir.
Akar-akarnya yang kuat dan saling berjalin rapat berfungsi menahan hempasan ombak laut serta mencegah terkikisnya daratan (abrasi).
Bahkan, ketebalan hutan mangrove tertentu terbukti mampu meredam energi gelombang besar hingga mengurangi dampak destruktif dari tsunami bagi pemukiman warga di pesisir.
2. Penyerap Emisi Karbon (Blue Carbon) yang Andal
Di tengah isu pemanasan global (global warming), mangrove tampil sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Ekosistem pesisir ini mampu menyerap dan menyimpan karbon dioksida jauh lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan hutan tropis di daratan.
Cadangan karbon yang disimpan di dalam biomassa dan sedimen lumpur pesisir ini dikenal dengan istilah karbon biru (blue carbon), yang sangat penting untuk menjaga kestabilan iklim dunia.
3. Filter Alami Pembersih Kualitas Air
Sadarkah Anda bahwa mangrove bertindak sebagai sistem penyaring air raksasa? Akar-akar pohon bakau bekerja layaknya biofilter alami yang menyaring berbagai polutan, kotoran, hingga limbah berbahaya dari daratan sebelum sedimen tersebut mengalir bebas ke laut lepas.
Proses penyaringan ini memastikan terumbu karang dan padang lamun di lautan tetap mendapatkan air yang jernih untuk bertahan hidup.
4. Tempat Berlindung dan Berkembang Biak Biota Laut
Bagi para pencinta kuliner hidangan laut (seafood), Anda harus berterima kasih pada mangrove.
Kawasan perairan di sela-sela akar bakau yang tenang dan kaya nutrisi menjadi nursery ground atau tempat pengasuhan alami yang sempurna bagi berbagai spesies ikan kecil, kepiting, udang, hingga kerang.
Tanpa adanya ekosistem mangrove, rantai makanan di pesisir akan terputus dan tangkapan nelayan akan menurun drastis.
5. Destinasi Ecotourism yang Memanjakan Mata
Dari sisi gaya hidup dan pariwisata, fungsi mangrove kini telah meluas menjadi destinasi ekowisata (ecotourism).
Berjalan di atas jembatan kayu yang membelah rimbunnya hutan bakau sambil menghirup udara segar menjadi pilihan healing yang sangat diminati kaum urban.
Selain menawarkan spot foto yang instagramable, kawasan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat lokal melalui penyediaan jasa pemandu wisata, penyewaan sampan, hingga penjualan produk olahan berbahan dasar buah mangrove.
Merawat ekosistem pesisir sama halnya dengan merawat masa depan kita.
Mulailah dari langkah kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan di muara sungai dan mendukung kampanye penanaman pohon bakau.
Baca Juga: Bukan Pesta Biasa, Sujiwo Resmikan Tugu Mangrove Sambil Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera
(Mira)
















