Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Senin, (2/2/2026) pukul 07.00 WIB, kejadian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi laporan kebencanaan nasional.
Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Caringin Bogor, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Peristiwa yang menjadi sorotan utama adalah tanah longsor di Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (1/2/2026).
Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia setelah satu unit rumah kontrakan tertimbun material longsor. Selain itu, tujuh unit rumah lainnya kini dalam kondisi terancam karena berada di zona rawan.
Rentetan Banjir dan Cuaca Ekstrem di Jawa dan Sumatera
Selain longsor, bencana hidrometeorologi berupa banjir dan cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di beberapa titik:
Kabupaten Muara Enim (Sumsel): Banjir melanda pada Minggu (1/2) dini hari akibat drainase yang buruk. Sebanyak 70 KK terdampak, namun air dilaporkan telah surut.
Kabupaten Semarang (Jateng): Cuaca ekstrem disertai angin kencang pada Sabtu (31/1) merusak rumah warga di tiga kecamatan (Tengaran, Pabelan, Suruh).
Kabupaten Pemalang (Jateng): Banjir besar merendam lima desa dan dua kelurahan akibat luapan Sungai Srenseng dan Medana. Tercatat 5.047 KK atau 13.533 jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter.
Baca Juga: Api Lahap 14 Hektare Lahan di Ketapang, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Banjir di NTB hingga Karhutla di Sulawesi
Di wilayah timur, banjir setinggi satu meter merendam permukiman di Desa Gapit dan Sepayung, Kabupaten Sumbawa, NTB, pada Sabtu (31/1). Sebanyak 300 jiwa terdampak dan 15 rumah rusak ringan.
Anomali cuaca terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Di tengah dominasi bencana basah, wilayah ini justru melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas dua hektare serta kekeringan yang berdampak pada 270 KK di Desa Jono Kalora.
















