BRIN Dokumentasikan Sepuluh Spesies Anggrek Baru di Indonesia untuk Konservasi Flora

Corybas calopeplos, salah satu dari anggrek Indonesia yang baru didokumentasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Corybas calopeplos, salah satu dari anggrek Indonesia yang baru didokumentasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (Dok. BRIN)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama mitra peneliti berhasil mendokumentasikan sepuluh rekaman spesies anggrek baru di Indonesia untuk mendukung upaya konservasi flora nasional.

Dokumentasi lapangan ini bertujuan utama untuk memperluas data biodiversitas sekaligus menegaskan pentingnya eksplorasi serta kajian herbarium secara berkelanjutan di Tanah Air.

Baca Juga: Riset BRIN dan UGM Ungkap Khasiat Daun Kenanga sebagai Antidiabetes dan Antioksidan Alami

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional Aninda Retno Utami Wibowo menyampaikan temuan penting ini melalui keterangan resmi di Jakarta pada Senin.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya kawasan Wallacea dan wilayah timur Indonesia, masih menyimpan banyak potensi keanekaragaman anggrek yang belum terdokumentasi,” kata Aninda.

Aninda sangat menekankan bahwa kegiatan eksplorasi lapangan dan kajian koleksi herbarium perlu terus diperkuat setiap tahun demi memperkaya data biodiversitas tingkat nasional.

Kegiatan penelitian penemuan spesies flora langka ini juga turut melibatkan sejumlah tim ahli dari berbagai macam lembaga konservasi dan intitusi pendidikan tinggi.

Berbagai lembaga yang berpartisipasi aktif tersebut antara lain Yayasan Tumbuhan Asli Nusantara, Yayasan Konservasi Biota Lahan Basah, Universitas Samudra, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Tim riset gabungan tersebut secara memukau berhasil mendokumentasikan sepuluh spesies anggrek yang sebelumnya belum pernah tercatat keberadaannya di wilayah kedaulatan Indonesia.

Lima spesies anggrek baru berhasil ditemukan oleh tim di kawasan Pulau Sumatra meliputi jenis Bulbophyllum nematocaulon, Bulbophyllum sanguineomaculatum, Cleisomeria lanatum, Corybas calopeplos, dan Corybas holttumii.

Tim peneliti juga secara resmi mencatat penemuan dua spesies lain bernama Acanthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus yang berlokasi persebaran di Pulau Jawa.

Spesies tanaman merambat Dendrobium teretifolium turut ditemukan oleh anggota peneliti saat melakukan observasi mendalam di kawasan daratan Kepulauan Nusa Tenggara.