Hujan Lebat Picu Sungai Wal Meluap Banjir di OKU Rendam Desa Gunung Meraksa

Banjir terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, pada Minggu (3/5), pukul 06.00 WIB. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Banjir terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatra Selatan, pada Minggu (3/5), pukul 06.00 WIB. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, OKU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya musibah bencana hidrometeorologi basah berupa banjir di OKU, Provinsi Sumatra Selatan. Peristiwa genangan air yang merendam wilayah permukiman penduduk ini terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan data pemutakhiran dari Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, banjir di OKU ini dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem.

Baca Juga: Sungai Meluap BNPB Laporkan Bencana Banjir di Kabupaten Malaka dan Parigi Moutong

Hujan lebat dengan durasi yang sangat panjang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Intensitas curah hujan yang tinggi ini pada akhirnya menyebabkan debit air di aliran Sungai Wal meluap hingga merendam kawasan permukiman warga setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu mengonfirmasi bahwa luapan air sungai tersebut berdampak langsung pada satu desa di wilayah Kecamatan Lubuk Batang, yakni Desa Gunung Meraksa. Pihak BPBD setempat telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pendataan kerugian materiil secara menyeluruh.

Dari hasil identifikasi sementara di lapangan, BPBD Kabupaten OKU mencatat terdapat sebanyak 164 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa yang terdampak langsung oleh insiden luapan sungai tersebut. Menyikapi situasi darurat ini, personel tim gabungan penanggulangan bencana telah dikerahkan dan melakukan berbagai upaya penanganan darurat saat banjir melanda permukiman masyarakat.

Di samping upaya evakuasi dan penanganan langsung di lapangan, tim BPBD juga terus menyebarluaskan informasi peringatan dini serta mengedukasi langkah kesiapsiagaan kepada warga. Langkah antisipatif ini dinilai sangat penting guna mencegah meluasnya dampak kerugian maupun potensi jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan laporan pemantauan petugas hingga Minggu (3/5/2026) petang, debit air yang menggenangi rumah-rumah warga terpantau masih belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Baca Juga: Sungai Meluap BNPB Laporkan Bencana Banjir di Kabupaten Malaka dan Parigi Moutong

Menyikapi potensi ancaman cuaca yang belum stabil, BNPB mengimbau jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap bersiaga. Berdasarkan prakiraan cuaca terkini, sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Sumatra Selatan, masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

BNPB menekankan bahwa upaya pencegahan dan kesiapsiagaan dini menjadi kunci utama dalam pengurangan risiko bencana di daerah. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memantau dan memutakhirkan informasi cuaca sehingga sistem peringatan dini dapat diteruskan secara cepat kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak bencana susulan.

(*Red)