Faktakalbar.id, KOTAWARINGIN TIMUR — Cuaca ekstrem dan hujan lebat yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan Tengah memicu terjadinya bencana banjir di Kotawaringin Timur pada Kamis (30/4/2026).
Ketinggian air bah yang berkisar antara 10 hingga 15 sentimeter merendam area permukiman penduduk serta sejumlah fasilitas umum sehingga menghambat laju mobilitas dan aktivitas harian masyarakat setempat.
Baca Juga: Tanggul Jebol Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Semarang
Berdasarkan data pemutakhiran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), genangan luapan air tersebut terpusat di wilayah dua kecamatan utama.
Titik lokasi terdampak mencakup area Kelurahan Sawahan dan Mentawa yang berada di bawah wilayah administratif Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta Kelurahan Baamang Tengah dan Baamang Hilir di Kecamatan Baamang.
Catatan petugas kebencanaan menunjukkan sebanyak 51 kepala keluarga yang menghuni 51 unit rumah terdampak langsung oleh genangan air tersebut.
Selain merendam kawasan hunian, luapan banjir ini juga membanjiri satu unit gedung sekolah, satu bangunan perkantoran, dua titik fasilitas umum, hingga tiga unit kios milik pedagang setempat.
Setidaknya terdapat 12 ruas jalan raya yang turut terendam genangan air, memaksa para pengguna jalan untuk mencari rute alternatif yang lebih aman.
Menyikapi kondisi banjir di Kotawaringin Timur ini, BNPB mengeluarkan peringatan siaga terkait potensi cuaca yang masih fluktuatif.
Dinamika atmosfer saat ini menunjukkan tingginya pertumbuhan awan hujan akibat pola aliran angin yang dipengaruhi sirkulasi dari perairan Australia dan Pasifik.
Pertemuan arus angin tersebut menciptakan area perlambatan atau konvergensi yang berisiko meningkatkan intensitas curah hujan secara mendadak.
Guna meminimalkan risiko kerugian materiil, BNPB secara tegas mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan level kesiapsiagaan darurat bencana di wilayah masing-masing.
Warga didorong untuk segera bergotong royong membersihkan area drainase, parit, dan selokan dari berbagai sumbatan material sampah.
















