Sungai Meluap Akibat Hujan Deras Banjir Rendam Dua Desa di Pedan Klaten

Kondisi akses jalan raya dan permukiman warga di kawasan Kecamatan Pedan yang terendam genangan air usai sungai meluap akibat curah hujan tinggi.
Kondisi akses jalan raya dan permukiman warga di kawasan Kecamatan Pedan yang terendam genangan air usai sungai meluap akibat curah hujan tinggi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KLATEN — Bencana alam banjir di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah merendam area permukiman warga dan fasilitas umum pada hari Selasa (28/4).

Peristiwa genangan air bah ini dipicu oleh peningkatan debit air sungai secara drastis setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu dan sebagian besar wilayah Klaten secara merata.

Baca Juga: Banjir Terjang Enam Kecamatan BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam di Kabupaten Sarolangun Jambi

Luapan air sungai tersebut menyasar dan merendam permukiman di dua lokasi yakni Desa Keden dan Desa Bendo yang berlokasi di Kecamatan Pedan.

Berdasarkan data pemutakhiran dari Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir luapan ini diklasifikasikan sebagai kejadian baru dari ancaman bahaya hidrometeorologi basah yang melanda wilayah Jawa Tengah.

Banjir tersebut tercatat memberikan dampak langsung pada 11 unit rumah yang dihuni oleh 11 kepala keluarga.

Tidak hanya menggenangi area tempat tinggal warga, debit luapan air yang tinggi juga merendam dua bangunan fasilitas pendidikan yang berada di sekitar titik lokasi.

Genangan air turut memutus setidaknya empat titik akses jalan utama warga sehingga menghambat total laju mobilitas keseharian masyarakat setempat.

Merespons laporan musibah banjir di Kabupaten Klaten ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten langsung turun ke wilayah Kecamatan Pedan.

Tim reaksi cepat telah melakukan prosedur kaji cepat kerugian dan berkoordinasi secara terpadu dengan berbagai instansi terkait untuk upaya penanggulangan genangan.

Memasuki hari Rabu (29/4), kondisi banjir di Desa Keden dan Desa Bendo dilaporkan oleh petugas telah berangsur surut seiring menurunnya debit pasokan air dari wilayah hulu.

Mengantisipasi tingginya potensi bencana susulan di wilayah rawan, BNPB terus meminta warga dan aparat pemerintah daerah untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Tingkat kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi basah harus dipertahankan secara optimal.

Baca Juga: Gelombang Pasang Terjang Desa Bukit Tinggi, Banjir Rob di Minahasa Rendam 59 Rumah Warga

Apabila kembali terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama, seluruh lapisan masyarakat diimbau segera melakukan inisiatif evakuasi mandiri serta memastikan telah mengetahui peta jalur evakuasi darurat yang paling aman.

Khusus bagi warga yang bertempat tinggal di area bantaran sungai, pemerintah mendesak mereka untuk lebih rutin memantau ketinggian muka air dan memantau pembaruan informasi ramalan cuaca resmi guna mencegah dampak kerugian yang lebih luas.

(*Red)