Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutakhirkan data penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Takalar per Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan laporan terkini, banjir bandang di Sumatra Utara dilaporkan telah surut sepenuhnya, sementara dampak kerusakan akibat angin kencang di Sulawesi Selatan dinyatakan dalam kondisi kondusif.
Baca Juga:Â BNPB: Rentetan Kejadian Bencana Alam Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Bencana banjir bandang sebelumnya menerjang tiga desa di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, yakni Desa Simangumban Julu, Aek Nabara, dan Dolok Sanggul pada Rabu (22/4). Hingga Jumat (24/4) petang, situasi di lokasi terdampak berangsur normal.
Upaya penanganan bencana hidrometeorologi BNPB di wilayah ini melibatkan petugas gabungan dari BPBD, instansi terkait, serta warga setempat yang fokus pada pembersihan sisa material lumpur.
Selain pembersihan permukiman, pemerintah daerah mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan nasional Tarutung–Sipirok. Jalur vital tersebut sempat lumpuh total akibat tertutup material longsoran yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi.
Data dampak kerusakan mencatat sebanyak 200 kepala keluarga terdampak secara langsung. Rincian kerusakan fisik meliputi 18 rumah rusak berat, empat rumah hanyut, serta satu fasilitas jembatan yang hilang tersapu arus banjir.
Di wilayah lain, BNPB melaporkan perkembangan pascabencana angin kencang di Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Peristiwa yang terjadi pada hari yang sama dengan banjir Tapanuli Utara tersebut kini telah terkendali.
Laporan BPBD setempat menyebutkan kerusakan menimpa 13 unit bangunan, dengan rincian 11 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang. Meski mengakibatkan kerugian materiil, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, dan warga telah mulai melakukan perbaikan darurat secara mandiri.
BNPB memperingatkan bahwa potensi bahaya hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia. Peringatan dini cuaca ekstrem dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan terjadi hingga Senin (27/4).
















