Hujan Deras Picu Sungai Meluap, Banjir Melanda Kabupaten Bogor Rendam 5 Kecamatan

Tim BPBD menurunkan tim reaksi cepat setelah banjir merendam permukiman warga di lima kecamatan dan tujuh desa, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (18/4). Sumber foto: BPBD Kab. Bogor
Tim BPBD menurunkan tim reaksi cepat setelah banjir merendam permukiman warga di lima kecamatan dan tujuh desa, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (18/4). (Dok. BPBD Kab. Bogor)

Faktakalbar.id, BOGOR — Tingginya intensitas curah hujan dalam durasi yang cukup lama memicu meluapnya aliran sungai hingga merendam permukiman warga pada hari Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa banjir melanda Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, ini berdampak luas hingga mencakup lima wilayah kecamatan dan menyebakan ribuan jiwa terdampak.

Baca Juga: BNPB: Rentetan Kejadian Bencana Alam Landa Sejumlah Wilayah Indonesia

Laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa debit air sungai yang tidak mampu menampung volume air hujan langsung meluber ke area perumahan penduduk.

Lima kecamatan yang terendam banjir meliputi Kecamatan Jasinga, Parung Panjang, Rumpin, Tenjo, dan Cigudeg.

Secara lebih rinci, sebaran air bah ini merendam tujuh desa di wilayah-wilayah tersebut. Desa yang terdampak antara lain Desa Barengkok dan Pangaur (Kecamatan Jasinga), Desa Dago dan Jagabaya (Kecamatan Parung Panjang), Desa Kampung Sawah (Kecamatan Rumpin), Desa Ciomas (Kecamatan Tenjo), serta Desa Rengasjajar (Kecamatan Cigudeg).

Berdasarkan data kaji cepat sementara dari tim di lapangan, total warga yang terdampak banjir melanda Kabupaten Bogor ini mencapai 469 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.614 jiwa. Dalam proses evakuasi darurat, sebanyak 23 jiwa dari 6 KK terpaksa harus mengungsi, sementara 6 jiwa dari 2 KK dilaporkan berada dalam kondisi terancam keselamatannya. Selain itu, petugas juga mencatat adanya 1 orang warga yang mengalami luka ringan akibat insiden ini.

Kerugian materiil yang ditimbulkan oleh bencana ini tergolong masif. Sebanyak 467 unit rumah warga tercatat ikut terendam banjir, disusul 2 fasilitas pendidikan, 4 infrastruktur jembatan, serta rusaknya 3 titik Tembok Penahan Tanah (TPT).