Faktakalbar.id, BANGGAI LAUT — Cuaca ekstrem yang memicu gelombang pasang tiba-tiba menghantam kawasan pesisir pantai di wilayah Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah, pada hari Sabtu (18/4/2026).
Peristiwa hidrometeorologi ini menyebabkan banjir rob di Banggai Laut yang menyapu permukiman warga dan merusak belasan rumah di sekitar garis pantai.
Baca Juga: BNPB Catat 23 Bencana dalam Sehari: Banjir Terjang Pulau Jawa hingga Karhutla Riau Meluas
Berdasarkan laporan kebencanaan yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), insiden tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Secara kronologis, kondisi perairan pesisir yang awalnya dilaporkan tenang secara mendadak berubah menjadi gelombang pasang yang ekstrem. Air laut yang naik dengan cepat langsung menghantam area daratan dan merendam rumah-rumah warga di beberapa titik desa.
Terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak langsung oleh bencana ini. Ketiga kawasan tersebut meliputi Desa Kendek yang berada di wilayah Kecamatan Banggai Utara, serta Desa Lambako dan Pasir Putih di wilayah Kecamatan Banggai.
Terjangan air laut yang disertai gelombang tinggi ini juga terus mengancam deretan hunian warga lainnya yang didirikan tepat di bibir pantai.
Hasil asesmen sementara di lapangan mencatat sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana banjir rob di Banggai Laut ini.
Terjangan gelombang pasang mengakibatkan kerusakan pada bangunan fisik, dengan rincian 7 unit rumah warga mengalami tingkat kerusakan ringan dan 8 unit rumah lainnya mengalami rusak berat akibat hantaman ombak.
Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Laut telah diterjunkan ke lokasi. Petugas langsung melakukan kaji cepat dan proses asesmen mendalam di lokasi terdampak guna mendata kebutuhan darurat para korban.
BNPB menjelaskan bahwa anomali cuaca ekstrem ini sangat dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional, termasuk masuknya fase peralihan musim atau pancaroba. Mengacu pada prakiraan cuaca, wilayah Sulawesi saat ini masih berpotensi tinggi mengalami cuaca ekstrem.
















