Gelombang Pasang Terjang Desa Bukit Tinggi, Banjir Rob di Minahasa Rendam 59 Rumah Warga

Kondisi permukiman warga di Desa Bukit Tinggi yang terdampak terjangan gelombang pasang air laut dan banjir rob.
Kondisi permukiman warga di Desa Bukit Tinggi yang terdampak terjangan gelombang pasang air laut dan banjir rob. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MINAHASA — Gelombang pasang air laut memicu terjadinya bencana banjir rob di Minahasa, tepatnya di kawasan pesisir Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Provinsi Sulawesi Utara, pada Selasa (21/4/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WITA.

Terjangan air laut tersebut langsung merendam area permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum di desa setempat.

Baca Juga: BNPB Catat Bencana Hidrometeorologi Terjang Enam Kabupaten di Indonesia

Berdasarkan pemutakhiran data kejadian bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode Rabu hingga Kamis (23/4/2026) pagi, tercatat sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban terdampak langsung. Bencana banjir rob di Minahasa ini juga menimbulkan kerugian material yang meliputi kerusakan pada 59 unit rumah tempat tinggal warga serta empat unit fasilitas ibadah.

Merespons situasi darurat tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa langsung diterjunkan ke lokasi terdampak.

Petugas terus berkoordinasi secara intensif dengan pimpinan daerah serta pemerintah desa dan kecamatan setempat guna melakukan asesmen kerusakan dan memastikan penyaluran penanganan darurat berjalan maksimal.

Kondisi terkini di lapangan pada Rabu (22/4/2026) menunjukkan bahwa angin dan gelombang laut masih terus menerjang pesisir pantai dengan intensitas skala rendah hingga sedang.

BNPB mencatat bahwa bencana hidrometeorologi seperti gelombang pasang ini masih mendominasi kejadian di Tanah Air.

Merujuk pada prakiraan cuaca terkini, cuaca di Indonesia masih akan didominasi oleh hujan berintensitas ringan hingga lebat.

Masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang kerap disertai tiupan angin kencang dan sambaran petir.

Khusus untuk wilayah Sulawesi Utara, cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi.

Peringatan serupa juga berlaku untuk puluhan provinsi lainnya yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.