Faktakalbar.id, PARIGI MOUTONG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya bencana hidrometeorologi basah berupa luapan sungai yang merendam permukiman di dua provinsi berbeda.
Peristiwa banjir di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah ini mengakibatkan ratusan rumah warga dan puluhan hektare lahan produktif terendam genangan air dan lumpur.
Baca Juga:Â Banjir Terjang Enam Kecamatan BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam di Kabupaten Sarolangun Jambi
Bencana banjir di Kabupaten Malaka terjadi pada Sabtu (25/4/2026) yang dipicu oleh hujan lebat sehingga menyebabkan aliran Sungai Benenai meluap deras. Luapan sungai ini langsung menerjang empat kecamatan sekaligus.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Malaka Tengah di Desa Naimana, Fahiluka, Umakatahan, dan Lasaen. Genangan juga meluas hingga Kecamatan Malaka Barat di Desa Motaain, Oanmane, Sikun, Fafoe, Besikama, dan Motaulun, lalu Kecamatan Weliman di Desa Forekmodok, serta Kecamatan Wewiku di Desa Halibasa.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka melaporkan bahwa genangan air merendam sebanyak 647 unit rumah warga. Sektor perekonomian warga turut lumpuh karena genangan material lumpur juga merusak 240 hektare lahan pertanian dan 15 hektare lahan tambak ikan milik masyarakat setempat.
BPBD dan tim satuan tugas gabungan langsung melakukan kaji cepat dan pembersihan sisa material pascabanjir. Genangan air dilaporkan telah surut pada Senin (27/4/2026).
Sementara itu peristiwa serupa juga melanda wilayah Desa Bukit Makmur Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu (26/4/2026).
Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air sungai yang kemudian merendam 28 unit rumah warga dan satu unit fasilitas ibadah. Kuatnya arus luapan air juga menyebabkan terputusnya satu unit jembatan penghubung warga.













